Ketika usiaku menapak makin senja, mulai terasa kian tidak banyak lagi yang bisa kulakukan, dibandingkan saat aku masih muda.
Dari tidak banyak hal itu, aku memilih melakukan yang terbaik.
Ketika semalam, dalam jumpa perdana pantang dan puasa, rekan lansia, beberapa tahun di bawahku, masih bersemangat untuk ‘beractuosa participacio’ berpartisipasi aktif dalam bersolider dan bersubsidi. Saya memilih melakukan subsidi mental dan rohani ketimbang yang jasmani.
Mendorong umat muda untuk terus mau berbakti, baik menjadi Kaling, Korwil, koor, selain untuk faktor ekonomi bagi yang sungguh butuh.
Mensubsidi lingkungan kita agar makin berdaya bakti, mensubsidi rohani agar makin menjadi berkah bagi satu dan yang lainnya.
“Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat” (Yehezkiel 36: 26).
Salam sehat dan berbakti.
Jlitheng

