Masa Prapaskah adalah semangat pembaharuan diri agar hidup yang kita jalani ini penuh semangat dan makin bertambah baik.
Pembaharuan diri yang kita jalani selama Masa Prapaskah ini tidak dibatasi pada 3 pilar, yaitu sedekah, berdoa dan berpuasa. Tapi juga berkaitan dengan relasi di sekitar kita.
Dalam masa pertobatan ini kita diingatkan untuk tidak cepat emosi, mengumpat, dan marah. Tapi kita diajak untuk memperbaiki relasi dengan keluarga dan sesama.
Karena setiap relasi yang retak dan terpecah itu harus diperbaiki. Sedang relasi yang bermusuhan itu harus didamaikan lagi.
Gereja menawarkan dengan Sakramen Rekonsiliasi. Lewat sakramen ini kita diajak menyesali dosa kita, mohon pengampunan dan penitensi yang berguna bagi proses pembaharuan hidup ini.
Pertama-tama memang kita harus didamaikan dulu dengan Tuhan, kemudian mendapatkan semangat belas kasih yang dapat dibagikan pada sesama.
Menjadi makin jelas, bahwa untuk memperbaiki relasi yang retak, pecah dan bermusuhan itu dibutuhkan semangat belas kasih.
Dengan mengikuti teladan Yesus, kita diajak untuk merenungkan Firman-Nya dan menerapkannya dalam hidup keseharian agar kita menjadi rendah hati.
Dengan mengaitkan pengalaman pribadi agar kita makin menyadari kemurahan hati Allah yang senantiasa mengasihi kita.
Semoga kita makin rekat dengan mereka yang sudah dekat itu dan mendekatkan yang selama ini menjauh, karena terjadinya relasi yang kurang atau tidak baik itu.
Tuhan memberkati.
Rm. Petrus Santoso SCJ

