“Selama jantung masih berdetak, jangan pernah berhenti bergerak, bertindak, dan berbuat baik bagi orang banyak.” – Rio, Scj.
Sesuatu yang tampak baik itu tidak selamanya baik. Juga sesuatu yang tampak buruk itu tidak selamanya buruk. Hidup itu ibarat sekolah, selalu ada pembelajaran dan selalu ada ujian. Terkadang ujian itu membuat kita mempertanyakan jawabanya. Terkadang ujian itu membuat terpenjara, sengsara, bahkan terkadang membuat hati ini terluka dan kecewa. Tapi tahukah kita, bahwa terkadang ujian itu diizinkan Tuhan, agar kita bisa belajar…
Belajar mengikuti hati nurani, untuk memahami, mengembangkan skill, talenta, mensyukuri, belajar untuk memaafkan mereka yang melukai.
Proses inilah akan menumbuh-kembangkan pribadi kita. Bagaimana kita berpikir sebelum bertindak, memahami dan berempati, berjuang dan bertahan. Meski kecil yang kita lakukan, tapi proses ini mempunyai andil yang besar untuk kemajuan
Dalam hidup ini ujian dan coban itu terus datang, bahkan sulit untuk prediksi. Kedewasaan dan kesiapan diri itu yang akan ke luar sebagai pemenang. Bahkan Tuhan selalu mengingatkan “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa.”
Ujian dan cobaan itu tidak untuk dijadikan alasan agar kita menghentikan langkah. Justru kita harus melangkah, terus bergerak, dan pantang menyerah.
Meski terkadang hidup ini seperti terpenjara, tapi jangan pernah menyerah dan kalah. Jangan pula untuk membenci dan berkeluh kesah. Karena sebenarnya semua itu adalah cara Tuhan untuk membuat kita menjadi juara.
Hidup itu tidak dinilai dari seberapa banyak medali dan prestasi, tapi seberapa banyak yang sudah kita bagi dan beri. Sekecil apa pun yang kita beri dan bagi akan membuat mata Tuhan berseri. Sekecil ‘up date’ diri yang kita lakukan akan menjadi ispirasi bagi banyak orang. Sekecil apa pun doa yang kita panjarjan, Tuhan akan turun tangan.
Selama jantung kita berdetak jangan pernah berhenti bergerak untuk berbagi dan menebar kasih bagi orang banyak.
Deo gratias.
Edo/ Rio, Scj

