Ungkapan Pemazmur ini mewakili kerinduan kita, khususnya saat kita menyampaikan doa-doa kepada Tuhan.
Biasanya yang menjadi pengharapan kita adalah, apa pun doa yang telah kita sampaikan kepada Tuhan (pagi-siang-sore-malam) hendaknya sesegera mungkin mendapatkan jawabannya. Itu pikiran kita… kerinduan kita!
Ungkapan Pemazmur itu, “Pada waktu Engkau berkenan, jawablah aku, ya Tuhan,” hendak kita jadikan sebagai sikap batin kita untuk …
- Tetap tenang
- sabar,
- tetap tekun saat menantikan jawaban dari Tuhan atas doa-doa yang sudah kita lambungkan.
Yang paling penting adalah jangan mengurangi semangat kita untuk terus berdoa kepada Tuhan.
Jika kita malas-malasan, tidak serius, dan main-main dalam berdoa, hasilnya bisa kita rasakan sendiri. Hidup kita menjadi lesu dan
kehilangan semangat.
Hidup kita tidak memancarkan kebahagiaan lagi. Adanya hanya mengeluh, bosan, dan yang berbahaya adalah kita tidak merasakan kehadiran Tuhan.
Sekiranya kondisinya seperti ini dibiarkan berlarut-larut, yang didapat adalah hati ini jadi kosong, kering, dan gersang!
Dengan meneladani ungkapan dari Pemazmur saat berdoa, yaitu, “Pada waktu Engkau berkenan, jawablah aku, ya, Tuhan.” Hati ini menjadi tenang dan sabar dalam menantikan jawaban Tuhan atas doa-doa kita.
Rm. Petrus Santoso SCJ

