Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
Si dia yang berpribadi sungguh agung
bersikap dan bertindak agung
bertutur dan berbuat sejalan dan seirama
Dia
laksana sebatang kandil
dalam kabut gulita
memberi secercah cahya sambil meleleh diri
Mulut emasnya merenda aneka sulaman inspiratif
bagi sang murid
Guru agunglah sang inspirator kehidupan
(Pada Sepotong Catatan)
Di dalam hidup yang penuh pergolakan dan menantang ini, kita sangat membutuhkan kehadiran sesosok pribadi yang mampu mengayomi hidup kita.
Dia, kita jadikan sebagai figur agung, yang mampu membimbing menuntun jalan hidup kita.
Ternyata, biasanya siapa pun akan sungguh membutuhkan figur agung ini.
Tidak terbatas anak-anak dan kaum muda yang membutuhkan bimbingan serta tuntunan dari sang Guru agung ini.
Kaum tua pun sangat membutuhkan kehadirannya sebagai sahabat seperjalanan.
Siapakah sejatinya Guru agung ini? Ya, sejatinya, siapa pun dapat berperan sebagai seorang Guru agung bagi dan di dalam hidup kita.
Dia itu, mungkin seorang sahabat terdekat kita, warga tetangga, tokoh agama, atau seorang karyawan sekantor atau selembaga kita. Bahkan, mungkin saja, seorang bawahan di lembaga tempat bekerja kita.
Sebagai seorang Guru agung, biasanya dia akan selalu ada dan hadir di dalam lingkungan hidup kita. Kehadirannya itu sangat tampak dan terkesan sungguh unik.
Demikian pula cara bertindak dan bertuturnya, tampak dan terkesan sangat teratur serta menyejukan hati.
Di dalam penampilannya yang tampak sederhana, dia mampu mengayomi kita lewat sikap dan tutur katanya.
Dalam konteks ini, kita sebenarnya telah memasuki sebuah wilayah ‘personality’ alias kepribadian seseorang.
Wilayah ini tergolong sebagai ranah ilmu psikologi. Ilmu yang membicarakan tentang keunikan jiwa seseorang.
Sungguh bahagia, jika di dalam lingkungan hidup kita, ternyata ada dan hadir sesosok figur yang telah menjadi panutan, serta pengayom hidup.
Dialah sang Guru agung kita!
Kediri, 20 Februari 2024

