“Apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu takut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera” (Luk 21: 9).
Kata-kata Yesus kepada para murid-Nya dapat terdengar seperti headlines di koran-koran dan media massa. Kelihatannya, ke mana saja kita melihat, kita akan menemukan laporan-laporan atau reportase tentang peperangan, kelaparan, kebingungan dan gejolak sosial. Berita peperangan jadi tontonan di tengah-tengah kehidupan kita.
- Radikalisme dan terorisme telah mengancam di mana-mana dan membuat hidup banyak negara menjadi tidak nyaman.
- Itulah sebabnya, apabila kita menempatkan potongan-potongan berita tersebut secara benar, maka seolah-olah kita sudah mendekati akhir zaman.
Tapi Tuhan Yesus sangat berhati-hati mengatakan kepada para murid-Nya agar tidak hanya mencari tanda-tanda yang dapat meramalkan kapan akhir zaman itu akan tiba.
Sejarah telah membuktikan, bahwa berabad-abad lalu keadaannya jauh lebih buruk dari zaman sekarang, dan akhir zaman belum tiba juga. Dengan kata lain: tidak ada seorang pun yang tahu.
Jadi, bagaimana kita tetap siap untuk menghadapi suatu peristiwa yang mungkin saja terjadi setelah kita meninggal dunia? Jawaban Tuhan Yesus tegas, yaitu waspada agar kita jangan disesatkan.
Sekarang ini, kita diajak untuk hidup yang selalu waspada dan berjaga-jaga, supaya tidak mudah goyah dan jatuh dalam kesesatan.
Mari kita selalu ambil jalan untuk berbalik kepada Tuhan, saat jalan-jalan yang kita lewati itu ternyata banyak penyimpangan dan penyesatannya.
Rm. Petrus Santoso SCJ

