Kata itu tidak sekadar ajakan biasa atau mantra yang menyihir, tapi ajakan yang mampu membetot jiwa ini. Sehingga tidak ada seorang pun kuasa untuk menolak-Nya!
Coba resapi ajakan Yesus sebagai refleksi diri. Bagaimana dengan perubahan hidup kita: makin baik, statis, atau kian mundur?
Ketika kita percaya dan mengimani Yesus, kita jadi manusia baru! Hidup kita harus makin baik dan bertambah baik lagi.
“Terima kasih atas dukungan dan motivasi Bapak yang meneguhan. hati. Saya akan berusaha untuk menerapkan dalam hidup saya,” Pak AS mengangguk-angguk. Sorot matanya berbinar memendarkan harapan.
Mengikuti Yesus itu tidak boleh ragu atau suam-suam kuku, tapi harus totalitas.
Sebagai tetangga RT, saya melihat jelas perubahan hidup keseharian Pak AS.
Semula ia mengganggap sakit yang diindapnya itu sebagai penderitaan, karena tidak kunjung membaik dan sembuh. Meski ia telah berusaha dan berikhtiar ke luar masuk RS untuk berobat. Ia juga mencoba pengobatan alternatif. Tapi semua usahanya itu seakan sia-sia.
Ketika ia beranggapan, bahwa sakit itu sebagai penderitaan, ia jadi tersiksa dan merasa tidak berdaya. Bekerja hanya untuk berobat. Tapi, sejak ia menikmati sakit itu sebagai anugerah Allah, pikirannya jadi lebih tenang dan semeleh. Allah telah menyapa dan mengingatkan, agar ia tidak memanjakan keinginan dan mulut. Tapi agar ia kontrol diri, dan menjaga makanan sehat bergizi di usianya yang menua agar tidak sakit-sakitan.
Sungguh luar biasa! Ketika ia berani hidup ikhlas, hidupnya jadi tenang dan damai. Ia merasa dipenuhi api semangat dan sukacita. Sehingga ia kaget, ketika kontrol ke RS dan rongten, ia dinyatakan sembuh.
“Jika Yesus mau, apa pun sakit kita pasti sembuh,” Pak AS bersaksi. Penyakit komplikasinya seperti gula darah tinggi, asam lambung, dan kolesterol yang diindapnya itu telah sembuh.
Saya tersenyum dan amat bahagia melihat wajah Pak AS yang selalu sumringah itu. Saya jadi ingat dengan kisah Lewi, yang dikenal sebagai Matius, dan pemungut pajak itu, ketika Yesus makan di rumahnya. Lewi yang pedosa itu bertobat! (Luk 5: 27-32)
Mas Redjo

