“Selalu ada jalan bagi yang mempunya iman, tersedia cara bagi yang mempunyai harapan, dan mujizat itu menjadi nyata, bila ada kasih dan cinta.” – Rio, Scj.
Kita semua pernah mengalami penderitaan dalam hidup: gagal, kecewa, sedih, dan putus asa. Pengalaman terpuruk yang tidak mampu diatasi akan menekan hati, perasaan dan pikiran. Sehingga bermunculan segala jenis penyakit, stres, depresi, migren, vertigo, maag, dan sebagainya.
Lakukan hal ini agar depresi tak mendatangi:
Pertama: penerimaan diri. Mudah menerima kenyataan atau keadaan yang menyakitkan itu langkah awal untuk bangkit. Menerima tanpa menyalahkan atau mencari kesalahan. Menerima tanpa menghakimi orang lain dan diri ini. Penerimaan itu adalah cara mudah untuk bangkit dan memperbaiki diri.
Kedua: yakinlah, bahwa masalah kita tidak lebih besar dari potensi yang ada pada diri ini. Kadang kita tidak percaya diri. Kadang masalah, beban hidup terasa lebih besar dari kenyataan talenta kita.
Stop! Jadilah versi terbaik hidup kita. Ingat Tuhan tidak pernah memberi beban, cobaan, dan kepedihan di luar kemampuan kita. Yang dibutuhkan adalah angkatlah tangan, maka Tuhan akan turun tangan. Bila orang di sekitar tidak lagi dapat diandalkan dan mungkin meninggalkan kita, tapi kita mempunyai Tuhan yang setia untuk menyertai, dampingi, dan menolong kita.
Yakinlah selalu ada jalan ke luar bagi yang mempunyai iman, selalu ada kesempatan dan peluang di setiap tantangan, dan selalu ada cara bagi yang mempunyai harapan.
Ketiga: jalan cinta. Kita menerima, menjalani, memaknai, dan bangkit dengan kasih itu memang tidak mudah. Karena kasih dan cinta itu yang sering dilupakan dan ditinggalkan, akhirnya beban hidup makin menekan.
St.Theresa dari Kalkuta mengatakan, “Kasihilah hingga terluka.” Meski terluka, terimalah dengan cinta. Meski gagal dalam mencoba, cobalah lagi dengan cinta. Meski terpuruk, bangkitlah dengan kasih dan cinta. Bila ada cinta dan kasih, maka yang mustahil akan nyata. Mujizat itu menjadi nyata.
Kita memulai pekerjaan dengan hal sederhana, seperti yang dihidupi oleh St. Theresia dari kanak-kanak Yesus. “Do ordinary things with extra ordinary love”. Lakukanlah hal sederhana itu dengan cinta yang besar, maka hasilnya pun luar biasa!
Deo gratias.
Edo/Rio, Scj

