Nikmati kebersamaan kita dengan Tuhan. Karena tidak semua orang sempat bertemu Tuhan secara rutin. Bahkan, ada di antara kita yang kesulitan mencari waktu untuk bertemu Tuhan, apalagi bisa duduk bersama dengan-Nya.
Peristiwa yang menarik adalah, ketika orang mempunyai kesempatan duduk bersama Tuhan, tapi tidak bisa menikmatinya, karena sibuk sendiri. Sehingga kualitas kebersamaannya dengan Tuhan tidak dirasakan.
Penting untuk diingatkan kembali, bahwa saat kita bersama dengan Tuhan lewat doa, meditasi, atau kontemplasi, nikmati waktu khusus itu. Tidak usah buru-buru, tergesa-gesa, dan tidak harus pamer. Juga tidak harus diukur waktunya: pendek atau panjang. Tapi intimasi itu meresap di hati.
Yang penting pula, kita bisa menikmati kebersamaan itu. Tapi hal yang sering terjadi adalah saat ada kesempatan duduk bersama-Nya, kita terlalu banyak pertanyaan, sehingga kita merasakan tidak memperoleh apa-apa. Lucunya, ketika cerita, yang diceritakan begini dan begitu. Kita merasa dekat sekali dengan Tuhan. Padahal, faktanya jauh dari kebenaran!
Doa, meditasi dan kontemplasi itu tidak diperkenankan untuk berbohong. Lebih bijak diakui terus terang, bahwa kita belum bisa berdoa, bermeditasi, dan berkontemplasi dengan baik. Sehingga kita harus banyak belajar, baik dari anggota keluarga, teman, dan para Gembala. Sehingga kita mempunyai pengalaman sendiri, bagaimana kita merasakan, mengalami dan menikmati kebersamaan dengan Tuhan.
Sesungguhnya, kita semua sangat
rindu duduk dekat bersama Tuhan. Apalagi bagi kita yang super sibuk ini. Jika ada di antara kita yang berkata tidak mau bertemu, intimasi dengan Tuhan, bisa jadi hal ini sudah tidak benar.
Juga tidak ada terlambat bagi kita untuk memulai, berintimasi dengan Tuhan untuk peroleh pengalaman yang luar biasa itu.
Semoga kebersamaan dengan Tuhan yang kita rajut selama ini makin ditingkatkan kualitasnya. Bukan sekadar untuk mengisi waktu atau membuang waktu, melainkan muncul dari kesadaran hati untuk memperdalam dan mendewasakan kualitas hidup rohani kita.
Makin dekat dengan Tuhan, hidup kita juga kian damai dan bahagia.
Rm. Petrus Santoso SCJ

