“Sukacita bukan dicari, tapi dialami dan dirasa. Bahagia itu bukan soal materi, tapi soal mensyukuri.” -Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Di hari kabar sukacita ini, menjadi sukacita dan bahagia merupakan impian banyak orang. Siapa yang tidak ingin bahagia, penuh sukacita, kaya dan berkelimpahan harta? Semua orang ingin bahagia. Tapi ukuran kebahagiaan pun berbeda-beda. Bahagia itu soal takarannya. Ada yang perlu dikurangi, ada yang perlu ditambah, sehingga takarannya bisa pas.
Lima (5) hal ini untuk merasakan sukacita dan bahagia dalam hidup. Pertama: kurangi mengeluh, perbanyak bersyukur. Hidup ini tidak mudah, tapi hidup akan jauh lebih susah kalau diisi dengan keluh kesah. Kita sudah banyak berkeluh kesah, rubah keluh kesah menjadi rasa syukur. Syukurilah, sebelum semuanya diambil dan penyesalan datang kemudian.
Kedua: kurangi rasa takut perbanyak mencoba. Setiap orang pasti punya rasa takut. Takut gagal, ditertawakan, takut atasan, tampil di depan umum bahkan ada nih suami-suami takut istri. Takut itu wajar! Tidak bisa dihilangkan? tapi bisa dikurangi. Beranilah! Karena berani itu, walaupun ada ketakutan tetap melangkah dan mencoba.
Ketiga: kurangi menghakimi, perbanyak apresiasi. Seseram-seramnya hakim, lebih seram jari nitizen +62. Kenapa zaman sekarang susah sekali orang bahagia? Karena sebagian besar hidup oleh opini. Ketika berawal dari komentar, jadi bertengkar. Sekali bebas jadi lepas kendali. Apa saja dikomentari, akhirnya bikin sakit hati. Lebih bijak, kurangi menghakimi, karena bila kita sibuk menghakimi dan memyalahkan maka itu ciri pecundang. Jadilah pemenang yang selalu cari solusi dan peluang, bukan menyalahkan.
Keempat: kurangi membenci, perbanyak mengasihi. Belajarlah dari korek api. Dia mempunyai kepala, tapi tak punya otak. Gesek sedikit saja langsung menyala dan terbakar. Kita punya kepala dan otak bahkan punya hati. Jadi, jangan biarkan hal kecil membakar hidup dan kebahagiaan kita sendiri.
Kelima: kurangi bicara, perbanyak usaha. Buanglah tipe rebahan alias ‘mager’, malas gerak. Buang jauh-jauh semangat NATO – “no action talk only.” Ingat setiap tetes keringat dan air mata yang jatuh itu tidak penah jatuh sia-sia.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

