“Touching heart changing lives.” -Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Ternyata ujian kehidupan itu lebih sulit daripada ujian saat di bangku sekolah maupun kuliah. Bukan hanya memeras otak, melainkan juga tenaga dan rasa. Kadang sulit dijawab, diselesaikan, atapun di temukan jawabannya. Kita jatuh bangun untuk menyelesaikan hal itu sudah biasa, bahkan air mata menetes tak kunjung berhenti. Begitulah hidup, kadang di atas kadang di bawah. Tapi tetaplah semangat dan pantang menyerah.
Tiga hal yang harus diingat saat menghadapi ujian kehidupan:
Pertama: “move forward and let your faith more bigger than your fear.” Teruslah maju, meski kesulitan, tantangan, cobaan dan beban hidup menimpa. Yakinlah, bahwa keyakinan dan iman kita lebih besar dari rasa takut itu. Hidup itu terus berlanjut dengan segala kejutan, tantangan, dan tentu saja dengan segala pembelajarannya. Yakini pula, ketika kita memberikan yang terbaik untuk hidup, maka hidup akan memberikan yang terbaik pula untuk kita, termasuk bonus-bonusnya.
Kedua: “life is full of surprises.” Hidup itu penuh dengan kejutan. Apa saja bisa terjadi. Tapi hidup itu juga penuh pilihan untuk kita putusan. Ingat, satu pilihan itu membawa perubahan, dan satu keputusan menentukan masa depan.
“You can choose to feel awful or be thankful.” Kita dapat memilih untuk merasa sedih dan kecewa, atau memilih untuk bersyukur dan berterima kasih, memilih untuk terpuruk atau bangkit dan tersenyum bangga. Hidup ini bermakna, ketika kita mewujudkan mimpi ini jadi nyata.
Ketiga: “be faithful person.” Percayalah Tuhan akan menunjukan caranya. Yakinlah selalu ada jalan lebar bagi yang mempunya iman. Selalu ada cahaya bagi yang mempunyai harapan. Ingat Tuhan tidak akan kehabisan akal untuk sediakan jalan. Tuhan tidak akan membiarkan kita jalan sendirian. Tuhan tidak akan lepas tangan, ketika kita berserah ikhlas pada-Nya. Bila Tuhan mengatakan ‘tunggu’ … ingatlah Ia akan menyediakan yang terbaik dan terindah dari apa yang kita doakan. Bila Tuhan bilang ‘ya’ … itu berarti doa dan keinginan kita sejalan dengan kehendak-Nya. Bila Tuhan mengatakan ‘tidak’… karena doa dan keinginan kita tidak selaras dengan kehendak-Nya.
Percaya dan imani. Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat dan selalu indah pada waktu-Nya.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

