Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Berkomunikasi secara efektif adalah ciri pribadi berintegritas.”
(Amanat Hidup Sosial)
…
| Red-Joss.com | Sebagai manusia, kita adalah makhluk sosial dengan ciri kental sebagai makhluk yang senantiasa intens dalam menjalin relasi dan berkomunikasi.
Mengapa kita mau berkomunikasi? Tentu hal itu sebagai suatu tuntutan dan kebutuhan psikologis serta sosial, sebagai manusia bermasyarakat.
Di dalam proses berkomunikasi itu, manusia mau mengungkapkan jati dirinya dan kebutuhan mental spiritualnya.
Karena bukankah, ciri khas seorang manusia, salah satunya adalah mampu menjalin relasi antar individu lewat cara berkomunikasi yang efektif?
Berikut ini adalah “lima cara efektif,” bagaimana seharusnya jika seorang manusia berkomunikasi.
(1) Hindari kebiasaan menggeneralisasi suatu hal.
Saat kita berbicara, agar sistematis dan merunut. Tidak membias. Juga tidak tergesa-gesa menggeneralisasi suatu masalah.
(2) Hindari lompatan nalar yang justru kian menyulitkan kita untuk menyimpulkan.
Seringkali ada penutur yang sangat mudah berpindah topik pembicaraan. Hal itu justru berdampak kian merumitkan proses pembicaraan. Tidak fokus pada masalah.
(3) Hindari penggunaan istilah/kata yang rumit dan tidak bersifat umum.
Gunakan bahasa sederhana yang dapat dipahami bersama.
(4) Hindari intonasi yang tinggi, dengan tetap mengontrol emosi.
Tetaplah bersikap tenang sekalipun ada perbedaan pendapat dan pandangan.
(5) Hindari penjelasan yang berbelit-belit. Sodorkan argumen dan alasan mendasar. Sehingga pembicaraan kian konkret dan tidak mengambang.
Karena berbicara merupakan sebentuk komunikasi, maka kita pun sangat memerlukan proses pembicaraan yang efektif agar tepat sasaran.
Marilah kita membudayakan teknik keterampilan berbicara agar kita kian terampil berkomunikasi.
…
Kediri, 12ย Februariย 2024

