Simply da Flores
…
Saudara sebangsa dan setanah air
Hari menjelang Pemilu sudah dekat
Kita rakyat pemilik kedaulatan
Kita pemilik punya hak suara
Kita segenap anak bangsa dan pewaris NKRI
selalu diajari beberapa ungkapan
“Pemilu itu Pesta Demokrasi”
apa yang mau dipestakan?
“Pemilu wujud kedaulatan rakyat”
Kedaulatan seperti apa dan dalam hal apa?
Pemilu hak demokrasi Pancasila
apakah saling mencaci-maki, tipu daya dan korupsi?
“Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya”
apa dan siapa yang bisa dipercaya?
“Pemilu Luber dan Jurdil”
apa ukuran yang menjaminnya
Luber dan Jurdil untuk siapa?
Saudara sebangsa dan setanah air
Warna-warni bendera parpol
telah memenuhi seluruh pelosok negeri
Wajah-wajah Paslon capres-cawapres membanjiri mata dan pikiran
Muka sosok caleg pusat-daerah
menjumpai rakyat pemilih dengan aneka janji dan omon-omon
Para calon Senator bergerilya
terus merebut simpati masyarakat
Banjir informasi lisan maupun di media sosial
Entah janji program pembangunan
Entah janji bantuan proyek
Entah membagi sembako dan uang
Entah iming-iming perubahan
Bahkan…
disertai informasi saling menjelekkan
dibarengi caci maki membuka aib
Juga hoaks dan karangan kebohongan
Dan
sudah terjadi pengkotakan pendukung
serta ada konflik antar pribadi dan kelompok
Suasana keluarga, suku, komunitas serta kelompok sosial terpecah-pecah
Semuanya didorong energi kemenangan
dalam fakta serba kemungkinan
“Pokoknya, atas nama pilihanku
maka yakin berhak menilai dan mengadili pihak lain
Bahkan mencaci-maki dan membuka aib sesama”
Saudara sebangsa dan setanah air
Menelusuri kampung udik hingga metropolitan
dan sekarang di pelataran Monumen Nasional – Monas
Terbersit sejumlah api tanya
yang mungkin jarang dilirik kita
Pertanyaan tentang Peran Partai Politik
yang sekarang menjadi peserta pemilu
yang sekarang tawarkan Paslon capres-cawapres
yang sekarang sodorkan caleg
Mengapa kita diam dan abaikan?
Mengapa hanya Presiden dan kabinet digugat
Mengapa hanya lembaga negara disoroti
Mengapa fokus mengupas sosok pribadi Paslon
Mengapa hanya ke KPU dan jajarannya
Mengapa tidak tuntut wakil rakyat dan MPR
Mari, bangkit bersatu
Mari, bicara dan menggugat
“Mari, tentukan sikap kepada Partai Politik
Saatnya rakyat menggugat Parpol
ketika ada momen Pemilu
Saudara sebangsa dan setanah air
Mengapa harus menggugat Parpol
Mengapa Pemilu untuk menentukan sikap kepada Parpol?
Saya tergelitik dan menelisik
apa yang selama ini terjadi
Sistem Pemilu ditentukan oleh legislatif dan eksekutif
mereka adalah perwakilan Parpol
mereka setia dan taat kepada Parpol
karena memang berasal dari Parpol
Pimpinan eksekutif dicalonkan oleh Parpol
sehingga tunduk taat pada Parpol
bahkan ada yang disebut petugas partai
DPR dicalonkan oleh Parpol
meskipun mereka dipilih rakyat,
tetapi DPR lebih takut ke Parpol
karena bisa memberhentikan mereka
Semua tugas dan kewenangan DPR serta Pimpinan eksekutif
selalu taat dan takut kepada Parpol
Para penguasa dan petinggi Parpol
menentukan nasib bangsa dan NKRI ini
karena mereka mengatur DPR, Pejabat Eksekutif dan berbagai lembaga yudikatif
Aturan dan perundang-undangan
serta anggaran Negara
diatur dan dikendalikan Petinggi Parpol
melalui legislatifnya di ruang DPR
melalui Pejabat Eksekutif yang dicalonkan Parpol
Rakyat pemilih hanya dibutuhkan suaranya
selanjutnya tak berdaya dan hanya menunggu
Bahkan sering tidak paham dan dikorbankan oleh Parpol
“Tidak ada legislator dan eksekutif
yang membuat aturan untuk merugikan dirinya, jabatannya dan Parpol pengusungnya”
Saat rakyat menggugat haknya
mereka cuci tangan dan diam
mereka menghindar dan bungkam
mereka saling melempar dan buat sandiwara
Karena
Sejatinya mereka kawan kepentingan
dan lawan saat sandiwara
Saudara sebangsa dan setanah air
Para Akademisi dan Pimpinan Kampus
Para mahasiswa dan pimpinan BEM
Para tokoh agama dan adat budaya
Para cendekiawan dan jurnalis
Para aktivis organisasi sosial
Segenap rakyat dan generasi muda
Mari sadari dan bersikap saat ini
Pilihlah Parpol yang peduli hak rakyat
Pilihlah Paslon capres-cawapres yang belum menjabat eksekutif
agar ada pembaruan dan kesempatan mengabdi bangsa ini
Pilihlah caleg yang Parpolnya bisa masuk treshold di Senayan
Pilihlah DPRD yang dapat dipercaya dan merakyat
Pilihlah calon senator yang dekat dengan masyarakat pemilih
Saudara sebangsa dan setanah air
Jangan habiskan waktu menggugat Paslon
karena selera dan emosi
padahal paslon diusung Parpol beserta kroninya
Jangan boroskan tenaga dan waktu
menggugat kejadian masa lalu,
sehingga kita lupa fakta saat ini dan nasib kita ke depan
Tidak bijaksana mencaci-maki dan mengadili Paslon capres-cawapres
karena mereka hanya petugas Parpol dan boneka kepentingan
dari petinggi Parpol dan kroninya
“Menurut saya,
Paslon capres-cawapres serta para caleg adalah pemain di panggung sandiwara politik
sesuai lakon dari sutradara dan produser politik, yang sering tak nampak wajahnya di panggung”
Pemilu, saatnya rakyat menggugat peran Parpol
agar menjamin hak dan kedaulatan rakyat
dengan kontrak politik yang berkekuatan hukum
Agar bisa digugat pidana saat menipu dan mencaplok hak rakyat
Pemilu menjadi pengadilan rakyat terhadap Parpol
…

