Simply da Flores
…
Siang malam bergelora ombak
harapan dan keyakinan akan hasrat
Gelombang menderu menghempas pantai
mengaduk hamparan pasir kebingungan
juga tebarkan aneka sampah
pada wajah dan dada ketakberdayaan
dengan buih “omon tipu-tipu”
serta keyakinan mengubah pasir menjadi berlian
bahkan mengatur manusia menjadi robot
Ketika hasrat kemenangan menjelma
menjadi samudra maha luas dan dalam
pada pikiran jiwa raga politisi
Dan
segenap rakyat pemilik suara
berbaris seperti hamparan pasir pantai
Maka,…
ada fakta alam mau direkayasa
berubah menjadi serba instan
seperti proses produksi di pabrik
Bahwa
semua seolah-olah bisa diatur
semua seperti bisa dikendalikan
Dengan mesin kekuasaan dan uang
Dengan berbagai sarana dan metode
Dengan angka dan kata indah
Manusia,
Anak bangsa pewaris NKRI
rakyat pemilik suara dicaplok
lalu diklaim dan dikotak-kotakkan
Terus diberi label dan aneka atribut
diberi sembako dan uang recehan
digiring hadiri berbagai acara publik
“Padahal,…
Rakyat adalah pribadi utuh
mereka bukan pasir pantai bisu
Rakyat punya kecerdasan dan hati nurani
Ada sarana teknologi informasi digital”
Hari ini,
bukan kemarin dan Tempo Doeloe…
Berdiri di tepi pantai realita ini
ketika hari semakin dekat Pemilu
Tontonan arus gelombang hasrat
dari samudra damba kemenangan
Terlihat semakin ganas laksana tsunami
Menghempas deras di media sosial
Mengalir jauh ke dalam pikiran dan sanubari
Mengganyang ruang hati nurani
Bahkan
segala cara dihalalkan para politisi
demi meraih kemenangan politik
Entah jabatan eksekutif capres-cawapres
Entah kursi kedudukan senator
Entah tahta legislator wakil rakyat
Dan
yang dapat manfaat pasti
adalah tim sukses yang bekerja
untuk mempromosi dan memasarkan para calon
“Warna-warni dinamika politik
Terjadi setiap ada Pemilu
dan rakyat Indonesia mengalaminya
dengan masing-masing sikap serta keputusan”
Dalam samudra hasrat kemenangan
semua pihak berkepentingan politik
Selalu meyakini usaha dan pilihannya
Selalu membenarkan keputusannya
Selalu memberikan janji kepastian
atas apa yang tidak pasti dan mungkin berubah
Selalu menegaskan dirinya paling benar
Bahkan
yakin merasa berhak membuka aib lawan politik
berani mengadili pihak lain
bangga menghujat dan mencaci-maki
sesama yang sebelumnya berkawan akrab
Hanya demi meraih kemenangan politik
“Maka rakyat menonton dan bingung
arus deras warna-warni informasi
sandiwara kepentingan dan kerakusan”
Menyepi di pelataran tanya
ada sederet mimpi menyapa
Masihkah angin perubahan berhembus sepoi
Adakah kejernihan pikiran mengalir
Mungkinkah cahaya terang fajar bersinar
Dan
anganku mengembara menyalami sesama saudara
Saudara sebangsa dan setanah air
Entah rakyat jelata sahaja
Entah para abdi negara dan pejabat
Entah para petugas keamanan
Entah para penegak hukum negara
Entah para tokoh agama dan ada budaya
Entah para pegiat sosial media
Entah para pelaksana Pemilu
Entah para pengawas Pemilu
Teristimewa semua politisi dan calon pejabat
Semoga tidak lupa telapak kaki
kita menginjak debu tanah air Indonesia
Semoga tidak lupa hidung kita
kita masih menghirup udara Indonesia
Semoga tidak lupa kepala kita
kita masih disinari cahaya mentari kathulistiwa
NKRI harga mati,
maka semua harus menjaga
NKRI itu kita semua
maka kita harus merawatnya
“Kalau bukan kita, ya siapa lagi
Kalau bukan sekarang, ya kapan lagi”
…

