“I hope you know, how loved you are.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Pasang surut dalam hubungan itu biasa, namun konflik yang terlalu sering, dan berulang hanya akan menggerus kebahagiaan dan membuat luka batin dan rasa. Awas bahaya ‘toxic relationship’ – hubungan beracun!
‘Toxic relationship’ merupakan hubungan antara orang-orang di mana mereka tidak saling mendukung. Di dalamnya ada konflik, yang satu berusaha menghancurkan yang lain. ‘Toxic relationship’ ini biasa terjadi di mana saja, dalam hubungan romantisme, keluarga, tempat kerja, relasi bisnis, sahabat.
Beberapa ciri hubungan beracun:
Pertama: saat momen negatif lebih banyak daripada momen positif. Ketika hal negatif lebih menguasai di situlah hubungan menjadi tidak harmonis. Saling menyalahkan dan mencari kesalahan. Kecurigaan yang berlebihan, pengekangan, dan ‘over protektif’.
Kedua: terjadi pelecehan dan kekerasan. Orang yang terjebak dalam ‘toxic relationship’ terus menerus merasa tidak bahagia, penuh rasa sedih, marah, curiga, cemas, tidak nyaman dan pasrah. Terutama saat dekat dengam pasangan. Dalam situasi ini diri menjadi mandeg, harga dirinya hancur, dan putus hubungan dengan diri sendiri. Pelecehan, atau kekerasan jelas menjadi tanda, bahwa hubungan itu beracun. Namun bisa lebih subtil dari itu, sesorang yang manipulatif biasanya akan membunuh karakter dengan halus namun terus menerus. Misal memanggil dengan panggilan yang merendahkan, kontrol berlebihan, mengatur dengan siapa dan seperti apa boleh berteman, laporan habis ngapain saja, sama siapa, ngomongin apa, dan sengaja membuat tidak nyaman. Keberatan bila pasangan punya aktivitas sendiri di luar aktivitas bersama. Mengatur dan mengatur, intinya membuat merasa bersalah. Di mana manipulator sulit minta maaf, meski tahu ia salah.
Ada tiga elemen penting dalam relasi agar terhindar toxic relationship menurut Alain de Botton.
Pertama: kindness – kebaikan hati. Energi positif dari keutamaan ini akan menjadi penangkal kecenderungan manipulatif.
Kedua: vulnerability – kejujuran dan keterbukaan. Keutamaan ini membuat masing-masing pribadi menjadi versi terbaik saat bersama atau sendiri. Ada saling percaya, menghargai, mengasihi, dan memperlakukan dengan cinta.
Ketiga: understanding – pengertian. Keutamaan ini akan memperdalam pengenalan, ketidaksempurnaan, kelebihan, kesenangan. Sadar, bahwa ada ketidaksempurnaan untuk melangkah bersama menjadi sempurna.
Setiap relasi adalah pilihan. Setiap perkawinan ada campur tangan Tuhan. Ingat jangan pernah tinggalkan Tuhan untuk menggapai kersempurnaan hubungan. Meski sadar ada ketidaksempurnaan. Semua masalah selalu ada jalan ke luar, bicarakan baik-baik dengan pasangan, dan mintalah petunjuk pada Tuhan. Bila beban hidup terasa berat, hendaknya kita sujud, menyembah, dan berserahlah pada Tuhan agar IA turun tangan.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

