“Follow your heart, but take your brain with you.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Jarak antara hati dan otak itu kurang lebih 14 Inci, tapi kadang sangat sulit untuk menyeimbangkannya. Sering hati melupakan akal budi, sebaliknya akal pun sering tak peduli hati.
Hidup itu bukan hanya soal pikiran, tapi juga soal hati. Ketika keduanya seimbang dan saling menimbang maka bijaksana akan datang. “Mind deflects and precepts those things, heart reflect and accept those things.” Akal budi memang membentuk persepsi dan logika, tapi hati merasa, merefleksikan dan menerima. Meski berbeda, namun saling membutuhkan untuk menjadikan hidup berkenan bagi sesama dan Tuhan.
Gunakan logika untuk menghadapi masalah, gunakan hati untuk menghadapi sesama. Kadang saat mengalami masalah, hati itu yang sering kita utamakan. Padahal di sinilah akal budi diperlukan untuk menimbang, memilah, memilih dan memutuskan. Saat berelasi dengan sesama, hati yang penuh kasih dan empati dibutuhkan. Namun sering logika dikedepankan. Akhirnya persepsi, untung-rugi, suka dan tidak suka yang berperan.
Gunakan hati untuk mengimani dan logika untuk mensyukuri. Iman itu tidak hanya soal logika. Tuhan tidak melulu soal pikiran, tapi iman itu soal kepercayaan dan kepasrahan. Di sinilah hati berperan. Menakar kasih Tuhan dalam akal budi memampukan kita mensyukuri berkat, anugerah, kehaditan Tuhan. Di sinilah logika iman berperan.
Mengapa Tuhan menciptakan kita lengkap dengan indra, akal budi, dan hati. Tuhan ingin ketiganya bisa bekerjasama. Indra itu untuk merasa, mencium, mendengar, mencecap hal surgawi dalam balutan indra. Akal menimbang dan memutuskan rencana Tuhan dalam balutan akal budi. Hati mempercayai, mencintai dan mengandalkan kekuatan Tuhan dalam segala hal.
Hidup itu tidak soal hati dan perasaan agar hidup tidak jadi baperan. Hidup bukan pula soal nafsu dan insting, karena kita beda dengan hewan. Hidup bukan soal akal budi dan logika, maka hidup akan hampa. Karena tidak semua bisa dicerna dengan logika. Tapi hidup adalah keseimbangan antara ketiganya, maka hidup akan bermakna dan membawa kita ke Surga.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

