| Red-Joss.com | Sejenak, sebelum kemarin sore pulang ke kota asalnya, tamu kami masih ‘ngendiko’ (berdasarkan pelayanan panjang yang dijalani, masih sampai hari ini), bahwa “yang terbaik, setiap pelayan memiliki pelayanan akar rumput, mulai dari lingkungan, kategorial, wilayah.”
“Betul, supaya pelayanannya punya akar yang kuat hanya untuk umat. Tidak bisa ujuk-ujuk.”
“Ya, Pak. Jadi semua bisa ‘walk the talk’. Yang dikatakan sebagai patokan yang dilayankan,” katanya.
“Pasti tidak mudah, karena yang melayani dan dilayani tetap manusia. Dengan motif yang sama tapi pasti ada yg berbeda, maka membutuhkan satu patokan,” sambung saya menimpali.
“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia” (1 Korintus 15: 58)
Salam sehat dan melalui keterlibatan nyata kita berbagi cahaya.
…
Jlitheng

