Simply da Flores
…
Pemilu hanya menghitung hari
KPU sibuk siapkan segala hal
khususnya segala petugas dan sarana pendukung
teristimewa kertas suara
Namun,
Hak pemilih tidak semua terjamin
ada yang tak punya KTP
ada yang tidak sempat terdaftar
Ada yang sudah meninggal
Dan
soal kertas suara pun banyak kendalanya
Ada kesulitan distribusinya
Ada yang salah waktu distribusi
Ada yang kekuarangan atau kelebihan jumlah
Sedangkan
soal petugas di TPS pun bervariasi
petugas pelaksana hingga saksi
berbeda kesiapan di kota dan desa terpencil
Apalagi dukungan sarana komunikasi digitalnya
“Reaksi terhadap masalah berbeda-beda
Ada yang mencari solusinya
Ada yang memanfaatkan masalahnya
Bahkan ada indikasi ditenggarai
bahwa ada yang sengaja ciptakan masalahnya.
entah mengapa, untuk apa dan siapa?”
Parpol peserta pemilu sibuk berkompetisi
Para calon legislatif setiap tingkatan berjibaku meraih suara dukungan
Para calon senator pun berjuang membangun kolaborasi multi pihak agar meraih kemenangan
Paslon capres-cawapres menggelar segala cara agar sukses merebut kursi jabatan
Maka
yang sebelumnya berkawan satu tim kerja
Sekarang harus menjadi lawan
Bahkan saling membuka aib
serta saling mengadili untuk mengalahkan lawan
Entah secara senyap atau terang-terangan
“Sistem diciptakan untuk saling berlomba
Energi kemenangan menjadi pemicu perebutan jabatan kekuasaan
Segala cara bisa dilakukan setiap pihak
Rakyat pemilik suara diperebutkan dan mereka pun berbeda-beda keadaan untuk membuat keputusan mendukung dan memilih siapa”
Salah satu acara digelar KPU
ada debat Paslon capres-cawapres
Agar rakyat pemilik suara
dapat mengenal dan mengetahui Paslon
yang diusung parpol peserta pemilu
Dan
ada banyak topik yang dijadikan obyek perdebatan
dengan durasi waktu terbatas
sehingga Paslon pun dituntut ketrampilan serta kemampuan istimewa
Apalagi ada pengawasan lembaga berwenang
dan pembahasan para pakar
Maka,
bergelombang informasi di media massa menghempas pikiran segenap warga masyarakat
Belum lagi pembicaraan lisan di aneka konteks dan lingkungan perjumpaan.dari kota hingga kampung udik di seluruh tanah air hingga ke luar negeri
“Seberapa penting debat Paslon bagi rakyat pemilih?”
Debat Paslon menjelang Pemilu
bisa menjadi sebuah bagian proses demokrasi
bisa menjadi sumber informasi bagi kepentingan hak pemilih mengenal dan membuat keputusan memilih
Namun,
ada sejumlah tanya menggelitik saat ini
Apakah faktanya saat menjabat sama dengan apa yang dibicarakan dalam debat Paslon?
Apakah acara debat sungguh berpihak pada upaya demokrasi dan menjamin hak rakyat
Apakah jawaban debat Paslon adalah komitmen dan jaminan tanggunggugat kepada warga pemilih dan rakyat bangsa NKRI
Apakah rakyat dapat menuntut apa yang dijanjikan Paslon saat debat dan kampanye
Apakah Parpol pengusung Paslon pun dapat digugat saat Paslonnya menang, tetapi tidak menepati janjinya?
Ataukah pertanyaannya terbalik bahwa
Debat Paslon hanya gelaran acara untuk menghabiskan anggaran pemilu
Ataukah ini hanya sandiwara “tipu-tipu dan omon-omon”
Karena yang dikatakan dan dijawab Paslon adalah “seandainya” jika saya dipercaya dan dipilih menjabat
Karena saat menjabat Presiden dan wakil presiden sudah ada aturan mengikat soal kewenangan, mandat tugas dan haknya
Karena ketika menjabat sebagai eksekutif tertinggi NKRI, ada keterkaitan dengan lembaga legislatif dan yudikatif
Karena anggaran pembangunan bukan uang pribadi, dana kelompok atau biaya dari parpol pengusung Paslon
Karena ada aturan perencanaan, penggunaan dan pelaporan anggaran pembangunan Negara
Karena ada mekanisme persetujuan RAPBN dengan legislatif, pengawasan APBN serta pelaporannya
Karena ada lembaga penegak hukum serta pengawasan publik
Dari fakta debat yang sudah digelar
Apakah karena waktunya terbatas
atau memang disengaja demikian
Maka ada kesan ditenggarai
Bahwa
Debat Paslon lebih pada bentuk iklan dan promosi untuk mendapat simpati dan meraih suara pemilih
Lebih nampak sebagai tebar pesona dengan janji manis dan “seandainya” saya pejabat terpilih
Lebih dampak “omon-omon dan tipu-tipu” sebagai Paslon
Karena berbeda dengan saat menjabat sesungguhnya nanti
Dan ada catatan fakta penting
dari pengalaman waktu yang lalu
Bahwa
setelah pemilihan umum terjadi
Paslon yang menang pemilu
dengan Parpol pendukung Paslon tersebut
bisa berkoalisi dengan parpol lawan
dalam kabinet kerja dan di DPR RI
untuk menjalankan tugas jawaban yang telah dimenangkannya
Entah demi pembangunan bangsa Entah demi tujuan kokohnya NKRI
Entah untuk apa dan mengapa
Tetapi
Budaya KKN dan lemahnya penegakkan hukum terus beranak-pinak
Dan demokrasi seperti “omon-omon”
…

