Simply da Flores
…
Hari ini aku di metropolitan
datang ke Jakarta menelisik jalanan
mengelilingi pelataran Monas
lalu berhenti di depan Istana Merdeka
Ingin kulihat dari seberang jalan
apa yang sedang ditampilkan
oleh Presiden Kepala pemerintahan
menjelang akhir masa jabatan
Kulihat lambang Garuda Pancasila
Kakinya ke atas kepala ke bawah
dan warnanya abu-abu pudar
kepala dan kakinya coklat kehitaman
bahkan terlihat seperti burung gagak
Tiang-tiang Istana Merdeka
juga dibalut kain serba hitam
“Apa gerangan yang sedang terjadi?”
Para penjaga istana beristirahat
ada yang bersandar dan duduk
di halaman tampak lengang
Namun
ada yang aneh terlihat
“Sang Presiden menaikan bendera sendiri
hingga mencapai puncak tiang
Lalu perlahan diturunkan kembali
hingga melewati setengah tiang
sambil menyanyikan lagu Padamu Negeri
Dan
para serdadu pun menyambung nyanyian
“Kulihat Ibu Pertiwi
sedang bersusah hati…”
Tiba-tiba saya dikagetkan
ribuan bahkan jutaan manusia
datang dari arah Monas, Gambir
dan sisi jalanan lainnya
semua menuju ke arah gerbang Istana
Mereka membawa keranjang dan karung
katanya hendak menerima sembako
dan pembagian uang BLT
yang akan dibagikan Presiden
sesuai pengumuman yang disebar di media sosial
“bahwa semua warga masyarakat berhak mendapatkannya”
Lalu aku melihat
jutaan kantong
berisi beras, gula, minyak goreng dan mie
yang ditempeli amplop uang
Dibawa para petugas sosial
diserahkan kepada Bapak Presiden
untuk dibagikan langsung kepada warga
Ada pesan yang terus digemakan microphon
“Bantuan sosial dan BLT ini adalah murni hak rakyat
dan pelaksanaan program pemerintah
Tidak ada kaitan dengan Pemilu
Apalagi untuk mendukung Paslon Capres-cawapres tertentu
Harap warga masyarakat menyadarinya”
Menteri sosial dan pejabat terkait
berbaris diam menyaksikan di belakang Presiden
Dan
para warga yang telah menerima
pulang dengan wajah murung bingung
ada yang saling berbisik protes
Ada juga beberapa tersenyum bangga
Entah apa dan mengapa
mereka berekspresi demikian
Pemilu tinggal beberapa hari lagi
Kampanye Paslon Capres-cawapres marak
dengan segala cara dilakukan
demi meraih kemenangan politik
agar kursi jabatan diperoleh
Para pegiat media massa
terlihat sibuk meliput berita
dan mengabadikan kejadian langka ini
Karena belum pernah terjadi dalam sejarah
Para pejabat memilih diam saat diwawancarai
Sedangkan Presiden tak bisa ditanyai jurnalis
karena masih sibuk membagi sembako dan BLT
karena rakyat terus berdatangan
Entah sampai kapan diselesaikan
Lalu…
saya terjaga dari tidur
dan menyadari bahwa semua itu hanya mimpi saja
Aku pun bingung menangkap maknanya
sambil hembuskan asap rokok
setelah meneguk kopi pahit ku
…

