“There is so much to be grateful for, just open your eyes.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Jalani hidup ini tidak dengan perasaan, tapi dengan iman. Hidup oleh perasaan itu kadang naik turun. Ada kalanya kecewa, kadang gembira. Bersemangat, kadang lesu. Tertawa, kadang menangis. Berbeban berat, lalu berasa ringan. Juga kadang kita bahagia, tapi kadang baperan.
Jika hidup dengan iman, maka selalu ada ketenangan dan keyakinan. Bahwa selalu ada jalan dalam setiap kesulitan. Ada kebahagiaan, meski dalam tangisan. Juga selalu ada berkat dan rezeki dalam setiap usaha.
Hidup itu memang penuh dengan ekspektasi. Ketika kita bisa mengubah ekspektasi itu menjadi apresiasi, maka hidup ini jadi berwarna, bahagia, dan sukacita. Ketika kita bisa mengapresiasi diri dan apa yang ada dalam hidup ini. Kita mengapresiasi orang di sekitar, hal-hal yang bisa kita nikmati, punyai dan kita lakukan.
Hidup ini akan penuh senyuman, meski berat dan tidak mudah. Kita optismis, walau khawatir dan susah. Kita percaya, bahwa ada kekuatan yang lebih besar dari kita. Yaitu Tuhan yang selalu membimbing, memberkati, melindungi dan mencukupkan segalanya.
Hidup itu perlu kesunguhan hati. Kita melakukan dengan sungguh-sungguh, karena setiap perjalanan hidup itu anugerah dan ibadah. Kita jangan suka hitung-hitungan, karena Tuhan tidak hitung-hitungan. Meski faktanya banyak orang yang suka hitung-hitungan. Untuk apa kerja lembur, jika tidak ada uang lembur. Untuk apa kerja mati-matian, jika tidak ada bonus, dan banyak alasan lainnya.
Ingat, gaji dan rezeki itu tidak sama. Gaji itu upah dari perusahaan atau pihak yang mempekerjakan. Tapi rezeki itu dari Tuhan. Gaji itu berupa uang, sementara rezeki bisa berupa uang, kesehatan, kebahagiaan, keharmonisan, kemudahan, jodoh, anak, atau ketenangan dalam hati. Kita juga jangan takut untuk memberi lebih, karena rezeki itu tidak bisa ditukar. Tapi dengan memberi lebih, maka kita bakal menerima rezeki yang lebih, bahkan berlimpah.
Saat ini banyak orang yang tidak mempunyai gaji atau kehilangan gaji, tapi bukan berarti tidak mempunyai rezeki. Percayalah, jika kita sungguh-sungguh dalam bekerja dan berusaha, niscaya selalu ada rezeki dalam hidup ini.
Percaya, imani, dan bersyukurlah!
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

