| Red-Joss.com | Sejak awal aku hendak memilih jalan di sebelah kanan, tapi entah mengapa aku memilih yang ke kiri.
Aku hendak memilih kata-kata yang baik, tapi mengapa yang ke luar adalah kata-kata kotor.
Aku hendak menghindari dosa, tapi aku tergoda dan jatuh dalam dosa.
Aku hendak memikirkan yang baik-baik, tapi aku terjebak oleh pikiran-pikiran yang jahat.
Akhirnya aku kalah! Aku dikalahkan oleh godaan. Sehingga aku gagal menjadi bijak.
Aku lalu melihat jauh ke depan untuk menjadi bijak, tapi tidak lama bertahan, karena aku gagal lagi.
Betapa aku amat lemah! Tidak tahan menghadapi godaan, dan jatuh dalam dosa.
Tapi anehnya, saat melakukan dosa itu aku lupa segalanya. Aku seperti diajak pesta oleh si jahat. Sehingga si jahat pun tertawa terbahak-bahak.
Saat ini aku hanya bisa menyesal dan kecewa dengan diri sendiri.
Aku sungguh menyesali perbuatan-perbuatan kotor dan dosa. Aku lalu minta ampun Tuhan!
Aku berseru mohon belas kasihan-Nya.
Aku lalu mencoba bangkit lagi dan membangun niat yang baru.
Tanpa menunggu persetujuan Tuhan.
Tanpa menunggu esok atau lusa.
Tanpa menunggu harus dipaksa oleh jiwaku.
Tanpa menunggu dan menunggu, karena aku tidak mau gagal lagi untuk memilih menjadi bijak.
Boleh gagal di masa lalu, tapi harus sukses di masa depan. Aku harus optimis untuk menyongsong hari esok yang lebih baik.
Semangat dan tekadku membara. Aku harus menjadi pribadi yang bijak dan rendah hati.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

