| Red-Joss.com | “Menuntun bagi mereka yang mau mengerti tentang kebenaran Sabda Tuhan dan berani hidup bagi kemuliaan-Nya.”
Inspirasi itu kudapatkan, setelah aku selesai membaca Kitab Suci dan meditasi. “Yesus, bantu aku agar lebih memahami jalan-Mu.”
Sungguh bahagia hati ini, karena Sabda-Nya tidak harus ditafsirkan dengan ‘jlimet. Sabda-Nya cukup dibaca, dan dibaca lagi. Lalu dibawa ke dalam doa dan meditasi. Kemudian, Tuhan memberikan pesan-Nya. Pesan yang diberikan itu yang segera ditulis dan dibagikan.
Di sinilah aku menemukan misiku, yaitu mengambil bagian dengan cara yang sangat kecil dan sederhana, yaitu untuk menuntun bagi setiap pribadi yang mau memahami tentang kebenaran sabda Tuhan dan berani hidup bagi kemuliaan-Nya.
Aku percaya dan mengimani, bahwa setiap pribadi itu rindu untuk disapa Tuhan. Tapi ada yang tetap mengalami kesulitan, yang tetap bergumul, dan bahkan ada yang tidak memahami sama sekali. Ada pula di antara mereka yang mengatakan, bahwa “yang penting itu hidup dinilai baik oleh orang lain. Soal hati yang gelisah, ya sudah kuterima.” Begitukah?
“Jangan! Itu berarti hidupmu ada dalam kepura-puraan.”
Jadi, ambillah langkah baru. Langkah hidup yang menuntun kita untuk mengerti dan memahami kebenaran Sabda Tuhan. Langkah kita berikutnya adalah berani hidup untuk kemuliaan Tuhan. Tandanya sangat jelas, yaitu ketika hati ini merasakan ada damai.
Bersyukurlah, bahwa di Hari Hidup Bhakti ini, banyak sahabat yang berdoa bagi kami kaum berjubah. Setelah aku ikut berdoa, Tuhan ingin supaya aku lebih dalam lagi untuk dipakai oleh-Nya. Akhirnya, aku mengerti dan paham untuk melanjutkan menuntun para sahabat atau siapa pun yang mau mengerti tentang kebenaran Sabda Tuhan dan berani hidup dalam kemuliaan-Nya. Sehingga tidak hidup dalam kepura-puraan, tapi hidup dalam keaslian dan setiap hari memandang wajah Allah dengan hati yang berseri.
Tidak lupa kuucapkan terima kasih untuk doa, dukungan dan kebaikan semua sahabat. Aku percaya, panggilan kekudusan itu masih lebar jalannya.
Mari kita lalui panggilan hidup kita masing-masing, apa pun pesan dan profesinya. Karena hidup yang kita persembahkan bagi kemuliaan Tuhan itu harus dijaga dengan baik supaya menjadi berkat.
Berkah Dalem.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

