| Red-Joss.com | Penolakan itu bisa datang kapan dan di mana pun. Di balik sebuah penolakan itu sebab yang misterius. Kadang alasan penolakan itu tidak masuk akal, tapi tetap ada penolakan.
Jika penolakan itu diwarnai dengan suka atau tidak suka, maka semakin seru. Kemudian yang terjadi, karena yang ditolak itu bukan lagi tentang ini dan itu, melainkan orangnya: “Pokoknya aku tidak suka kamu. Titik.” Lalu, yang terjadi terus nyinyiran dan negatifan. Tidak sukanya sudah akut, dan itu adalah penyakit. Obatnya apa? Kita perlu retret penyembuhan luka batin. Karena harus kembali menjadi dirinya yang asli dan bisa mencintai sesamanya seperti mencintai diri sendiri.
Aneh yang terjadi dalam Injil hari ini, jelas-jelas Yesus orang baik, selama ini keluarganya, yaitu keluarga Nazaret terkenal baik dan saleh. Selama tinggal di Nazaret tidak pernah ada masalah, tapi sekarang Yesus ditolak setelah memberikan pengajaran. Alasan penolakannya lucu sekali, mereka tidak rela, jika Yesus menjadi orang besar. Pinginnya, jika Dia berasal dari keluarga tukang kayu, ya, jadi tukang kayu saja. Mereka tidak bisa melihat visi yang baru dalam diri Yesus.
Kita tidak boleh terjebak oleh masa lalu, dunia dan kehidupan seorang yang bisa berubah. Bahkan perubahan-perubahan itu tidak bisa diprediksi oleh pikiran manusia yang sempit dan terbatas itu, ‘narrow minded’. Tuhan terlalu besar untuk diatur oleh pikiran kita yang terbatas. Ketika Tuhan sudah berkehendak, apa yang ada di sekitar kita bisa berubah, maka tetaplah bersikap rendah hati, taat dan percaya menerimanya. Jika tidak, kita kelihatan terlambat berubah. Hal itu suatu tanda kerugian besar, dan kita jadi ketinggalan.
Ingat, Tuhan telah mencipta kita dari bukan apa-apa, sekarang kita telah berubah menjadi sesuatu yang banget dan bermakna.
Terpujilah dan dimuliakanlah nama-Mu, ya, Tuhan.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

