| Red-Joss.com | Sekali peristiwa berkatalah Musa kepada bangsanya, “Seorang Nabi sama seperti aku akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan, Allahmu, dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu. Dialah yang harus kamu dengarkan.”
Kadang susah juga untuk mendengarkan saudara yang sudah kenal, apalagi jika bergaya atau ‘kemlinthi’.
Masih ingat atau pernah dengar diksi kemlinthi?
Obrolan antara Emak dan anak di bawah ini mungkin dapat mengingatkan lagi:
Alamah: “Mak, pamit sek“(Bu, saya pamit dulu).
Emak: “Iyoo Nduk, ate nang ndi iki kok dandanane koyok wong penting?” (iya Nak… mau ke mana sih kok dandannya seperti orang penting saja)
Alamah: “Ate rapat nang kantor Mak…” (mau rapat di kantor, Bu)
Emak: “Waduuh wés oleh penggawéan Ndukku sing ayu dewe iki rek.. Kantor opo, Nduk?” (waduh anakku yang cantik ini sudah dapat kerjaan. Kantor apa, Nak)
Alamah: “Iki looh Mak, nang kantor Gaden, ape ngrapatno, kiro-kiro ditaksir piro kalungku karo juru taksire.” (ini loh Mak, mau ke kantor pegadaian, mau merapatkan, kira-kira ditaksir berapa kalungku ini sama juru taksir).
Emak: “Hallah cik kemlinthine arek iki…” (hallaahh… kemlinthi-nya anak ini).
Kemlinthi adalah diksi dalam bahasa Jawa, khusus Jawa Timur, terutama Malang, yang dapat diartikan ‘sok’. Bisa juga sinonim dengan ‘koyok yes yes o’. Biasanya kata kemlinthi untuk menilai penampilan atau cara seseorang membawakan diri.
Kemlinthi itu melanda siapa pun, profesi apa saja, tak perduli dia rakyat atau pejabat, yang berhikmat atau umat. Semua berpeluang yang sama terkena virus kemlinthi itu Padahal kemlinthi lebih dekat kepada persepsi, yaitu merasa diri segalanya, atau ‘yak-yako’, atau bukan yang sesungguhnya, lupa bahwa kelebihan, jika itu benar, hanya titipan Tuhan. Cara Tuhan menunjukkan pada kita semua keberadaan-Nya. Tetap ‘eling’ bahwa hidup ini singkat. Sepeti tertulis di bagian belakang kaos tukang parkir motor di depan CBD : “Life is short, so Am I.”
Semoga kita tersadar dari sikap itu, dan jika terlanjur, ya, segera kembali ke jalan yang benar, sebelum tersesat dan menyesatkan.
Sebab kesesatan yang paling sesat adalah, ketika dia tidak dapat menemukan jalan pulang.
Salam sehat.
…
Jlitheng

