Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Barang siapa ke luar dari pagar, ia pun akan segera dimangsa.”
(Amanat Kehidupan)
…
| Red-Joss.com | Saya sempat terperanjat dan terkagum-kagum akan kekompakan serta ketertiban sekelompok bebek.
Menyaksikan keunikan pemandangan dunia hewan yang ternyata mampu melahirkan pikiran dan aneka daya imajinasi yang sanggup membawa saya untuk masuk ke dalam dunia kontemplasi.
Tampak sangat mengharukan, seekor induk bebek sedang bergegas dan di belakangnya diikuti belasan ekor anaknya, yang setia mengekor sang induk.
Ke mana pun sang induk berlangkah, tampak kekompakan anak-anaknya mengekor di belakangnya.
Adegan pertama, saya menyaksikan mereka melintasi sebuah taman menghijau dan kemudian pada sebuah trotoar kota.
Lalu sang induk tampak sejenak menoleh dan kemudian, menyeberangi sebuah sungai kecil. Tampak anak-anaknya pun tetap mengikutinya dengan turut berenang.
Kali ini, tampak ada dua orang pria yang seolah turut menjaga anak-anak bebek itu. Karena di saat itu, melintaslah dua buah mobil putih di jalan beraspal. Namun, rombongan bebek itu mampu melintasi jalan raya itu dengan nyaman dan selamat.
Kini, adegan paling akhir. Tampak rombongan kecil itu sedang beristirahat di bawah sebuah jaringan ujung batangan besi-besi sambil menjilati sayap-sayap kecil mereka.
Menyaksikan pemandangan spesial itu, saya memindahkan isi kesadaran saya ke dalam dunia sunyi. Saya mencoba untuk mengontemplasikan adegan unik itu.
Sungguh, ternyata betapa pentingnya kehadiran seorang pemimpin selaku pionir, sang penunjuk jalan bagi sebuah kawanan.
Bagi para pengikutnya, diharapkan mereka tetap setia dan jangan mencoba untuk ke luar dari jalur kebersamaan itu.
Ke mana sang pemimpin berlangkah, hendaklah ke sana mereka turut mengayunkan langkah.
Jika demikian, sungguh benar, bahwa kekuatan seorang pemimpin, justru terletak pada kekuatan pengaruhnya. Pengaruh, yang mampu mengikat keutuhan jiwa pun raga para pengikutnya.
Sang pemimpin hebat itu tentu tahu, ke mana tujuan dan arah langkahnya, agar para pengikutnya tidak tersesat di jalan.
Ternyata kita manusia juga dalam banyak hal, perlu mau belajar dari sikap kepemimpinan, kesetiaan, dan ketaatan sekawanan bebek.
Di sini, di dalam konteks ini, kita tentu sangat membutuhkan sikap keterbukaan dan kerendahan hati!
…
Kediri,ย 29ย Januariย 2024

