| Red-Joss.com | Kisah dari dua anak dalam Injil hari ini menjadi ‘potret’ dari perjalanan hidup kita. Kita tentu pernah menjadi seperti kedua anak itu. Kita taat atau tidak taat, dan Tuhan melihat dari cara apa yang telah kita lakukan.
Dalam situasi apa kita menyebut diri menjadi anak yang tidak taat atau anak yang kehilangan ketaatannya?
Kita tidak taat, ketika kehilangan kepercayaan diri, terpuruk, merasa ditinggalkan oleh teman, dan mengalami kekosongan hidup.
Bisa juga kita tidak taat, ketika kita tidak tertarik dengan hal-hal rohani, malas berdoa, tidak percaya Tuhan, dan saat diri kita jatuh ke dalam dosa yang berat.
Jika kita berada dalam situasi yang berat seperti itu, kita merasa dunia itu menjadi gelap, muram, dan hidup menderita.
Kisah untuk kembali taat kepada Bapa akan menjadi kisah yang indah bagi setiap pribadi. Kisah indah yang harus dibingkai dengan frame yang indah pula.
Maka, refleksi sederhana dari kisah ini bagi kita adalah bebas untuk mengisi dan memaknai perjalanan hidup kita, hanya di ujung nanti kita mau sungguh melihat disposisi kita masing-masing, yaitu kita ini taat dan takut akan Tuhan atau kita ini tidak taat dan menolak Tuhan. Setelah itu, kisahnya akan menjadi berbeda.
Maka, ketaatan kita kepada Allah itu buahnya Kabar Baik dan kita melakukan kebaikan-kebaikan itu.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

