Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Manusia mempunyai kecenderungan untuk mencipta kembarannya sendiri.”
(J. Maurus)
…
| Red-Joss.com | Mungkin ada di antara kita yang merasa sangat terasing dengan kata atau nama โpygmalionโ.
Itu nama seniman patung, dalam sebuah dongeng Yunani.
Dalam dongeng itu, dia dideskripsikan sebagai pematung yang sungguh brilian dan kreatif dalam mencipta aneka patung.
Namun ternyata dia gagal untuk menemukan seorang wanita pujaan yang ideal. Maka, dia memutuskan untuk hidup melajang.
Suatu saat, dia sangat sukses membuat sebuah patung seorang wanita yang indah tiada taranya. Dia tak jemu memuja dan mengagumi patung nan indah jelita itu.
Saking seringnya menatap patung itu, akhirnya dia sangat terobsesi dengan keindahan patung itu.
Dia lalu berdoa kepada para Dewa Olympus, agar memberikan seorang wanita seindah patung itu. Para Dewa mengabulkan permohonannya itu. Lalu wanita jelita itu diberinya nama ‘Galatea.’
“Manusia mempunyai kecenderungan untuk mencipta kembarannya sendiri,” demikian pendapat J. Maurus, sang Novelis cerdas berkebangsaan Hongaria.
Di dalam diri sunyi manusia itu, ternyata bercokol juga naluri liar untuk menjadikan orang lain, entah siapa pun seperti pribadi yang dia inginkan.
Dia lalu mulai mencari aneka cara dan daya untuk membentuk serta mendikte mereka, sesuai obsesi personalnya. Dia pun kian tidak mempedulikan perbedaan karakter dan jati diri orang lain yang memang tidak sama dengan dia.
Dalam konteks ini, dia telah kejangkitan virus Pygmalion. Mengapa? Karena dia memiliki kecenderungan yang terlampau dominan untuk mencetak pribadi lain menurut gambaran dan obsesinya sendiri.
Tak pelak, kini, di zaman kita ini, spirit Pygmalion telah menunjukkan taring tajamnya di bumi ini.
Bukankah di zaman edan ini, ada pemimpin atau atasan kita yang sangat tega memperlakukan sesamanya sebagai objek pemuasan ego personalnya, demi meraih cita-cita gilanya?
Mari kita belajar untuk terus memurnikan motivasi hidup kita.
Camkan!
Sesamaku adalah subjek dan bukan objek!
…
Kediri, 28 Januari 2024
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

