Simply da Flores
…
Tahta kekuasaan jumlahnya terbatas
tetapi pribadi yang mendamba
jumlahnya tak terbatas
Ombak gelombang samudra selera
menghempas pantai siang malam
Nasib jutaan rakyat jelata
membaur di hamparan pasir pantai
ditikam terik dicakar dingin
Angin perubahan mengiringi waktu
suka duka terus berpacu
menghancurkan karang bisu galau
Saat gong kemenangan ditabuh
Peminat tahta kekuasaan berpacu
Segala cara dan daya dipakai
agar tujuan kemenangan tercapai
Padahal faktanya jelas
jumlah tahta kekuasaan terbatas
Yang berlomba sangat banyak
dan sangat yakin pasti menang
dengan menempuh segala cara
menggelar semua sarana dan dana
melibatkan berbagai pihak pendukung
“Pertarungan tidak saja dengan pihak lawan
Tetapi juga dalam partai sendiri
karena sistem mengatur kompetisi
semua peminat saling berlomba”
Melintasi dusun, desa dan kota
cerita bersambung tentang perlombaan
Bermacam ragam kegiatan pertemuan
Aneka bentuk kunjungan keluarga
Ratusan model brosur dan spanduk dipasang
Sebaran konten di media sosial
serta berbagai doa dan ritual digelar
Hanya satu kata diperjuangkan
yaitu meraih “kemenangan” tahta
Karena
ketika tahta kekuasaan diperoleh
maka segala damba gengsi dan harta
akan bisa dimiliki berlimpah
sebagai pemenuhan selera kebanggaan
Waktu dan daya dipertaruhkan
dana dan sarana mau dikorbankan
segala daya upaya yakin dilakukan
Meskipun
Tahta kekuasaan sangat terbatas
dibanding jumlah calon yang memperebutkan
Perlombaan memperebutkan tahta kekuasaan
memang aneh dan misterius
bagi kita yang tidak terlibat
atau memang tidak menghidupinya
Tetapi
bagi pegiat organisasi politik
bagi para peminat tahta kekuasaan
bagi mereka yang kompeten berilmu
sungguh sebuah hal wajar menggoda
sungguh perlombaan yang menarik
sungguh peluang yang menjanjikan
demi aneka kepentingan menggiurkan
Bahkan
inilah pilihan hidup yang membanggakan
“Demi tahta kekuasaan politik
Segala cara bisa dihalalkan
Bahkan lawan berani dikorbankan”
…

