| Red-Joss.com | “Suatu saat, anak-anak akan makin bertumbuh besar dan dewasa, dan kita tidak akan mendapatkan saat itu kembali.”.
Ĺuangkanlah waktu untuk keluarga agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.
Janganlah kesibukan kita menjadi hambatan salah satu hal yang hakiki dalam hidup berkeluarga, yakni komunikasi. Kesibukan itu tidak akan pernah ada habisnya.
Kisah seorang Ayah yang sepenuh hati menjalani perannya.
Suatu sore, di sebuah taman bermain… duduk seorang Ibu muda bersebelahan dengan seorang pria.
“Itu anak saya,” katanya, sambil menunjuk ke arah seorang bocah laki-laki berbaju merah yang sedang bermain prosotan.
“Cakep,” puji pria itu. “Di sana itu yang sedang main sepeda, pakai baju pink, adalah putri saya.”
Sejenak pria itu melongok arlojinya dan memanggil putrinya.
“Iwen, pulang yuk…”
“Sebentar lagi, Yah,” jawab anak cewek jecil itu.
Pria itu mengangguk. Beberapa menit berlalu. Pria itu berdiri lagi dan berseru. “Sudah sore, nih!” Kembali putrinya memohon, “Iya, Ayah. Bentar saja.” Ia senyum dan berkata, “Iya, deh!”
“Anda sungguh seorang ayah yang sabar,” kata perempuan yang duduk di sebelahnya.
Sambil menghela nafas pria itu menjawab: “Andaikan saya luangkan waktu seperti ini, mungkin Tommy, kakak Iwen masih hidup. Setahun yang lalu dia meninggal ditabrak truk yang sopirnya mabuk, ketika bersepeda sendirian di ujung jalan itu. Saya menyesal, karena merasa sibuk untuk anak.”
Salam sehat dan selalu ada waktu berbagi cahaya.
…
Jlitheng
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

