“Mother of happiness is gratitude.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Hidup itu bukan sekadar scrolling dan posting, tapi ada banyak hal yang jauh lebih penting. Bisa berjam-jam scrolling, tapi kepala jadi pusing. Hidup itu bukan impian di dunia maya, tapi realita. Bisa berjam-jam berselancar di dunia maya, tapi tidak mau berkarya dan bekerja, ya sama aja. Mau sukses tapi tidak mau berusaha, suksesnya ya, hanya di pikiran saja.
Kita itu berharga dan istimewa. Harga kita bukan hanya pada ‘like’ dan banyaknya ‘followers’ saja. Bukan pula pada komentar dan menyenangkan sesama. Bukan pula pada harta dan deposito triliunan. Tapi Tuhan sendiri yang membuat kita berharga dan istimewa.
Pilihan dan keputusan untuk bahagia itu hadiah terindah untuk diri sendiri. “Mother of happiness is gratitude.” Ibu dari bahagia adalah syukur. Buat hidup ini penuh rasa syukur, dijamin bahagia tinggal tetap dalam hidup kita.
Sesungguhnya apa arti bahagia itu?
Ada yang bilang bahagia itu, jika banyak memiliki. Ada juga yang bilang bahagia itu jika banyak dikasihi, tapi sesungguhnya kebahagiaan yang sejati itu berasal dari dalam diri. Bahagia bukan karena apa yang diberikan oleh orang di sekitar, tapi apa yang bisa membuat hatimu bergetar. Bahagia itu bukan ketika meraih banyak kesuksesan, tapi ketika kita bisa merasakan kedamaian.
Hidup ini selalu penuh kejutan. Ada masanya rencana kita jadi berantakan, tapi ada masanya kita juga mendapatkan banyak kepercayaan. Apa pun yang ada di hadapan kita jangan jadikan itu sebagai beban, tapi jadikan itu sebagai kesempatan dan peluang.
Adakalanya Tuhan mengizinkan kita melihat kebesaran-Nya. Terkadang Tuhan juga memberikan kita banyak jalan, supaya ingat, bahwa dalam hidup ini selalu ada pilihan agar kita bijak dalam mengambil keputusan itu. Karena setiap keputusan akan menentukan masa depan. Tapi saat Tuhan izinkan tantangan dan cobaan itu agar kita melihat tangan Tuhan yang menolong. Karena rencana Tuhan selalu indah dan datang tepat pada waktu-Nya.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

