| Red-Joss.com | Mas Cantrik memandang Nyi Suci dan Ki Demang bergantian. Keputusan Ki Demang menyertakan Nyi Suci untuk dirajam bersama dengannya membuat ia tidak habis pikir. Ternyata Ki Demang sekejam itu terhadap adik kandung sendiri!
Ki Demang mengkorbankan Nyi Suci demi ambisi?
“Sesungguhnya, apa maksud dan tujuan Ki Demang ingin merekrut saya?” pikir Mas Cantrik merasa aneh. Ki Demang salah menilai orang. “Apa karena saya seorang dari murid Guru Bijak yang ikut menolongnya dari gerombolan penyamun di tepi hutan itu?” Padahal banyak murid Guru Bijak yang lebih mumpuni dibandingkan dengannya.
Mas Cantrik makin penasaran. Dari kabar yang didengarnya, sejak diganggu perampok itu Ki Demang merekrut beberapa pemuda untuk menjadi pengawalnya. Ki Demang trauma! Lalu…?
Untuk berontak dan melawan Ki Demang itu tidak mungkin. Ia harus menjaga kehormatan dan nama baik Padepokan. Ia mengaku salah, karena tertangkap basah berduaan di kamar dengan Nyi Suci.
“Saya mohon Nyi Suci dibebaskan, Ki Demang. Karena itu mutlak salah saya. Alihkan kesalahan Nyi Suci pada saya untuk menanggungnya.”
“Itu tidak mungkin. Hukum harus ditegakkan, Mas Cantrik. Jika kau menolak, kalian berdua dirajam. Atau kau mengawini Nyi Suci. Apa yang membuatmu merasa berat meninggalkan praktek pengobatan itu?”
Mas Cantrik diam. Yang dikatakan Ki Demang itu benar. Semua itu ia lakukan, karena merasa bersalah pada orangtuanya. Ia tidak ingin melihat orang sakit mati secara sia-sia tanpa diobati. Sesungguhnya ia juga bisa mengobati orang sakit secara sembunyi-sembunyi. Pasien belum banyak dan datangnya tidak setiap hari.
Selain itu ia tidak tega melihat Nyi Suci dirajam dan dipermalukan di depan umum. Lalu…?
Tiba-tiba ia teringat pesan Dimas, adik seperguruannya agar ia tidak egois dengan mementingkan diri sendiri.
“Asal kita tidak disuruh melakukan perbuatan yang mengingkari atau melanggar hati nurani, Kangmas.”
Saran Dimas tidak salah. Jadi, apa saya harus menerima permintaan Ki Demang?
Ia menarik nafas panjang. Ia ngeri membayangkan tubuh mulus Nyi Suci itu dirajam.
Ia juga tak mau dihantui oleh pikiran sendiri. Jika nanti setelah menikah dengan Nyi Suci, ia berharap Ki Demang tidak berbuat ulah dan sewenang-wenang.
…
Mas Redjo

