| Red-Joss.com | “Pernahkah Anda menerima pesan berantai?” begitu homili pagi ini dibuka. “Saya pernah,” kata Romonya.
Tidak dengan uraian, Romo menjelaskannya dengan sebuah ilustrasi.
“Alkisah ada lansia lingkungan yang sering mengkritik pengurus, tapi jarang berkontribusi, baik waktu, dana atau tenaga. Niatnya baik (nampaknya), dengan bisik berantai saat pilihan Kaling, dipilihlah dia. Mungkin supaya tahu rasa. Ketika terpilih ia merasa terjebak.
Yang saya tangkap, melalui ilustrasi itu, ingin dijelaskan, “itu lho dampak buruknya.” Sekaligus jangan biasa melakukan bisik berantai. Sebab pasti tidak baik buahnya.
Secara cerdas homili itu dirantai dengan pesan Injil yang sangat indah. Membuat pesan berantai untuk tugas orang dibaptis, yakni: “menguduskan, mulai dari diri sendiri.” Apa yang paling awal disucikan?
Merubah cara pikir kita, dari mudah berburuk sangka menjadi mudah berbaik sangka. Jika kita berhasil menyucikan cara berpikir kita itu, niscaya hati ini akan terasa makin sejuk damai. Kritikkan tidak lagi terasa sebagai serangan atau untuk memojokkan, tapi untuk melihat wajah Tuhan.
Selalu berprasangka baik dan berpikir positif agar berlimpah anugerah-Nya.
Salam sehat dan berlimpah berkat.
…
Jlitheng

