| Red-Joss.com | Ada uang yang dihambur-hamburkan, tapi ada juga orang yang mencarinya dengan bekerja keras. Bahkan, ada orang yang tidak bisa menghasilkan uang dan hanya mengulurkan tangan mohon kebaikan dan belas kasihan dari orang lain di sudut-sudut kota.
Aku sendiri hidup dengan hemat dan sederhana, supaya tidak ikut-ikutan menghamburkan uang dan bisa sedikit berbagi, ketika lewat di pinggir jalan atau di jembatan penyebrangan itu ada orang yang mengulurkan tangan atau sedang memainkan alat musik. Karena, sesungguhnya setiap manusia itu membutuhkan uang.
Ada orang yang memburu uang sampai uangnya segunung, dan semuanya itu disimpan di banyak bank. Tapi hidupnya masih belum tenang, karena masih kurang dan kurang.
Di sisi lain, ada orang yang hanya mempunyai uang di dompetnya cukup untuk makan hari ini. Besok mencari lagi, dan lebih bekerja keras. Ironi, ada juga orang yang menanti untuk mendapatkan kebaikan dan belas kasihan orang yang akan lewat hari ini.
Karena uang, banyak orang yang mengalami kecapekan dan letih. Banyak orang yang dibuat pusing dan penasaran. Banyak orang yang diteror oleh keinginannya. Karena uang pula ada orang yang menggunakan cara baik atau buruk untuk mendapatkannya.
Bicara tentang uang itu tidak ada habisnya. Karena setiap manusia yang hidup itu membutuhkan uang.
Ada orang yang menghabiskan uang dengan cara menggesek dan memencet angka-angkanya. Ada yang mengambilnya lembar per lembar. Ada yang mengambil diikuti dengan bunyi, karena uang yang dipunyai adalah recehan. Sesungguhnya setiap orang itu membutuhkan uang.
Uang tercipta dan digunakan oleh manusia. Ada orang yang menggunakan dengan wajar, tapi ada pula yang berlebihan. Bagi mereka yang berlebihan itu jangan lupa untuk peduli dan berbagi.
Ironi! Tidak ada uang, tentu tidak bisa makan dan minum. Begitu pula, jika tidak bisa berdoa, kita harus berusaha. Berdoa dan bekerja itu harus seimbang. Doa dan melayani sesama itu juga harus seimbang. Hidup harmoni dan bahagia.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

