Simply da Flores
…
Membaca esai tentang sajak puisi kematian
yang ditulis pada halaman kehidupan
Setiap insan dipaksa menulis sajaknya sendiri
dengan aneka tanya lara
dengan air mata dukacita
Mereka yang pulang pada asalnya
sudah selesai kelana tanya
Kita yang masih melangkahi debu
sering menemui ungkapan jiwa
“Turut berduka cita
RIP – Beristirahatlah dalam damai”
Esai tentang sajak kematian
seperti mengkaji debur ombak yang memecahkan buih
dan pasir pantai setia pasrah menerima
berkali-kali dan tak pernah usai
Seperti mengulas lintasan mentari di garis kathulistiwa
dan pergantian siang malam
Silih berganti setiap hari lestari
Sajak dan puisi kematian
ditulis dengan air mata
pada lembaran fakta suka duka
dengan tinta energi misteri
karena mengagungkan kehidupan
karena menggugat keterbatasan dan kehilangan
Dan
Esai tentang sajak puisi kematian
adalah batas senja yang menjahit terang dan gelap
pada pergantian siang dan malam
Meskipun selalu alami kejadian
cahaya yang selalu inkarnasi
dalam ruang dan waktu pengalaman
Penulis esai tentang sajak puisi kematian
Penyair yang memahat sajak dan melukis puisi kematian
Adalah mereka yang berdiri di puncak gunung memeluk angin
Adalah mereka yang menyelam di dasar samudra menelan asinnya arus
Adalah mereka yang menyibak awan dan melerai hujan
membelai angkasa meraih bintang
Esai tentang sajak puisi kematian
ditulis di pelataran hati nurani
dibacakan di langit sanubari jiwa
dengan raga yang rapuh terpesona
dengan rasa yang berkeping gentar
oleh kesadaran nalar pikiran sahaja
“Kehidupan adalah putra-putri kematian
Kematian adalah Ibu dan Bapa
dalam tarian misteri inkarnasi semesta”
Ungkapan ‘Turut Berdukacita”
adalah intisari solidaritas kehidupan
dan pengakuan akan keterbatasan dan misteri eksistensi manusia
RIP- Beristirahatlah dalam damai
adalah jawaban kepada pesan jiwa yang pulang
“Hari ini aku, besok giliranmu
Kematian itu pasti dan kodrati
hanya berbeda waktu, tempat dan cara”
Mungkin perlu dikatakan
“Bersahabat dan cintailah kematian
karena mensyukuri misteri kehidupan”
Maka,
jangan takut dan melarikan diri dari kematian
Yang sangat mencintai kehidupan
Yang menjadi energi kodrati kehidupan
dalam inkarnasi misteri semesta
…

