Simply da Flores
…
Orang mengacungkan jempol
karena kebutuhannya bisa terpenuhi
sedangkan hamparan pasir pantai
diam membisu menerima takdir
Sering diterjang gelombang dan sampah insani
Orang mengacungkan telunjuk emosi
karena kepentingannya tak tercapai
Sedangkan wajah langit terus pasrah
dilumuri aneka bentuk polusi
kreasi nafsu kesombongan manusia
Jempol dan telunjuk diperintah pikiran
Entah desakan kebutuhan ragawi
Entah paksaan aneka selera emosi
Entah karena diabaikan nurani sanubari
Maka acungan jempol jadi pilihan
atau telunjuk harus ditampilkan
kepada sesama saudara
Bahkan kepada alam dan Sang Pencipta
Ketika jempol diacungkan
Empat jari kepentingan diri
ditegaskan kepada sesama saudara
dan
jempol yang diacungkan pun
adalah ungkapan hasrat damba pribadi
“Aku telah terima apa yang dikehendaki
dan aku terus meminta lagi”
Saat jadi telunjuk diarahkan pada sesama
segala emosi dan perasaan pribadi diarahkan kepada sesama
Karena kepentingan diri tak diperoleh
hasrat selera tidak terpenuhi
Lalu
sesama diadili bahkan dicaci maki
dengan aneka alasan kebenaran diri sendiri
Kepada setiap anak manusia
Ketika terlahir normal alami
diberikan dua telapak tangan
dengan masing-masing lima jari
Untuk berkarya amal bakti
Untuk memberi dan berbagi
Bukan untuk mengurangi dan merampok
Bukan untuk meminta dan memaksa
Apalagi menindas dan membunuh
Setiap putra-putri generasi
didambakan untuk saling bersalaman
diharapkan saling bersahabat berpelukan
Karena
Sejatinya kita adalah sesama saudara
Kita semua sama manusia
kita menghirup udara yang sama
kita memiliki darah yang sama
Gambaran Allah dan Nur Ilahi
…

