Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Bongkahan sang misteri paling misterius adalah lika-liku kepakan sayap-sayap dedaunan sang cinta.”
(Teka-teki Misteri Cinta)
…
| Red-Joss.com | Cinta! Ya, tentang adonan cinta! Misteri lika-liku gemulainya liukan genit sebuah cinta!
Sang manusia hidup dan ada hanya karena cinta. Sang manusia, bahkan rela mati pun kadang-kadang atas nama cinta. Jadi, apa sejatinya cinta itu?
“Cinta, Oh, Cinta di Manakah Engkau?โ
Saking rumitnya kuku-kuku cinta, karena diselimuti bongkahan misteri, maka sang cinta pun sering kali seolah sirna. Entah ke mana dan di mana.
Hilangnya aroma cinta dari perjumpaan hidup kita, sering kali sangat didasari oleh sikap ego. Manusia menjadi sangat tertutup dan kian menjauh. Ibarat seutas tali yang terputus dan masing-masing ujungnya terjuntai entah ke mana.
Di sini, dalam konteks ini, dibutuhkan sekeping hati yang berani mengambil risiko untuk rela ditelanjangi dan berani memaafkan serta mengampuni.
Bukankah misteri terbesar dan abadi dari sayap-sayap cinta adalah sikap keterbukaan dan keikhlasan hati untuk memberikan kehangatan cinta?
Perlu disadari, bahwa proses menuju menara cinta itu, justru sangat rumit, berliku, dan penuh tantangan.
Jadi, cinta itu bukan sebuah jalan yang bergaris serba lurus. Tidak!
Jika Anda dan saya setia di dalam jalan cinta, maka kita akan menemukan dan mencapai bongkahan kepenuhan hidup. Itulah kebahagiaan cinta.
Hanya lewat pengalaman mencintai dan dicintai, maka sang manusia itu akan menemukan jati dirinya dan sesamanya.
“ubi caritas et amor, Deus ibi Est!“
…
Kediri,ย 17ย Januariย 2024

