| Red-Joss.com | Keputusan Yesus memilih dua belas murid sebagai Rasul sangat penting, karena mereka akan jadi ‘saksi mata’ atas perkataan & pekerjaan-Nya (Lk 6: 13).
Kisah kematian para Rasul (disalib, dirajam, ditombak, diseret sampai mati) adalah kesaksian. Betapa erat persahabatan para Rasul dengan Sang Guru: “Aku sebut kalian sahabat, karena Aku sudah memberi tahu kalian semua yang Kudengar dari Bapa-Ku” (Yoh 15: 15). Kematian tidak mampu memutus tali persahabatan itu.
Dasarnya, yaitu pengalaman pribadi diampuni seperti yang dialami oleh Thomas, Maria Magdalena, Petrus, Paulus, penjahat yang disalib, yang sangat membekas dan yang menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada Sang Guru, yang telah lebih dulu bertaruh hidup bagi mereka.
Kadar persahabatan yang seperti itu yang akan melahirkan sikap rela berkorban tanpa batas dan hanya akan kokoh jika dipelihara dan dipupuk. Misalnya dilakukan lewat koor, rekoleksi, atau retret.
Kegiatan itu sangat efektif untuk menyuburkan kadar persahabatan di antara mereka satu sama lain dan terutama dengan Sang Guru. Dengan cara demikian akan dapat dinantikan lahirnya rasul-rasul Kristus milenial yang tangguh dan rela berkorban.
Salam sehat dan terus tekun menjadi sahabat-sahabat Tuhan.
…
Jlitheng

