| Red-Joss.com | “Apa yang membuat Mbah Putri selalu bahagia?”
“Mbah selalu miliki cinta. Karena siapa pun yang kehilangan dan tidak mempunyai cinta di hati, dipastikan hidupnya menderita.”
“Maksud, Mbah?”
“Karena rasa cinta itu membuat kita jadi peka, berempati, peduli, dan berbagi pada sesama. Sehingga membuka pintu rezeki Allah,” jelas Mbah Putri sambil tersenyum arif.
Saya diam, mencoba memahami maknanya.
Jujur, sejak dulu saya belum pernah melihat wajah Mbah Putri murung atau susah. Mbah selalu cerah dan sumringah, sehingga tampak awet muda.
Dari Ibu, saya memperoleh cerita, bahwa Mbah Putri tidak pernah marah atau ngomel pada anak-anaknya. Meski terkadang mereka nakal dan bandel. Alasan Mbah Putri sederhana, anak kecil nakal itu wajar, dan bisa diarahkan agar tidak kebablasan.
“Dengan cinta membuka pintu rezeki-Nya,” adalah kredo iman Mbah Putri yang luar biasa, dan membuat hati ini bergetar hebat.
Bagaimana tidak. Menurut cerita Ibu pula, dulu Mbah Kakung bekerja sebagai buruh kasar di terminal. Sedang Mbah Putri jualan bensin eceran.
Nasib baik menaungi keluarga Mbah, ketika mereka mengopeni Mbah Buyut yang sakit-sakitan. Padahal ekonomi Mbah Putri tidak lebih baik dibandingkan dengan saudara lainnya. Keadaan ekonomi Mbah terus membaik. Usahanya makin berkembang dan maju.
“Jika kita mau mengopeni orangtua, jangan komplain dan protes, karena hal itu kewajiban anak. Lebih bijak disyukuri, karena orangtua percayai kita dan Allah memberkati.”
Jika ingat Mbah Putri, saya sering menangis. Jika saya ditemani tidur, Mbah Putri sering memijati kaki saya. Mbah sering cerita keimanan hidup yang sumarah kepada Allah.
“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Ibrani 11: 1).
“Iman adalah syarat mutlak untuk mendapatkan anugerah keselamatan dari Allah” (Efesus 2: 8-9).
Semoga Allah selalu limpahi kami dengan cinta-Nya agar bahagia untuk selama-lamanya.
…
Mas Redjo

