Simply da Flores
…
Awan muram karena lelah
terus berarak menyibak gulita
agar bisa bertemu cahaya fajar
Untuk ceritakan rindu yang terluka
dan bisul damba yang bernanah
Purnama sedih tanpa pesona
dipeluk awan hitam yang gundah gulana
Ada damba yang terpasung
tertikam duri jemari ketamakan
Langkah gulita malam pun terantuk
lantaran tak ada sinar bintang
Sekawanan kelelawar terbang berkelana
bercanda ria bersama angin
Mereka datang membelai awan
membawa bunga warna warni
Mereka hadir memeluk purnama
bawakan embun membasuh dahaga
Ketika damba purnama lara
sanubari jiwa bisa berkaca
melihat tulisan kisah cerita makna
Saat rindu awan merana
nalar dan sanubari jedah
menghitung desah nafas dan desiran darah
Angin sepoi berhembus
membelai wajah lara malam
tanpa bintang dan purnama
Langit teteskan embun malam
basahi dahaga kerongkongan gulita
gersang dan berdahak darah
Asap polusi kecongkakan insan
terus melumuri tubuh langit
penuh luka dan bisul bernanah
seperti nasib bumi rusak terkoyak
ditikam duri jiwa sanubari yang rakus tamak
Tetasan embun malam
adalah air mata kasih semesta
dan ayat-ayat sabda jagat raya
untuk membasuh wajah lara malam
dan luka bisul tubuh gulita
serta lara derita purnama
Entah kapan pulih dan sadar
pikiran rakus congkak tamak
…

