| Red-Joss.com | Langkah pertama: kita sungguh mohon belas kasih dari Tuhan. Memandang mata belas kasih Tuhan, dan membiarkan Tuhan terus memandang kita. Pertemukan pandangan kita dengan memandang-Nya.
Langkah kedua: mengingat kembali apa yang tercipta di dunia ini berasal dari kuasa-Nya. Kuasa penciptaan itu tidak pernah hilang. Maka, pada langkah ini, mintalah kepadaNya untuk diciptakan kembali. Rasakan, bagaimana Dia menciptakan kita kembali. Hidup yang baru diberikan, mengalir dalam tubuh, jiwa dan roh kita dalam kebaruan. Rasakan aliran hidup baru yang diberikan itu.
Langkah ketiga: rasakan hal-hal yang diperbaiki oleh Tuhan: Apa yang telah rusak, lemah, sakit, dan yang diderita. Lihat, semua itu diperbaiki kembali oleh Tuhan. Kita tetap diam dalam hening, saat Dia bekerja dalam tubuh, jiwa, dan roh kita.
Langkah keempat: jika yang merusak tubuh kita adalah roh-roh yang lain, biarkan Dia yang mengusirnya. Kita pernah mengundangnya, tapi lihat, kita tidak mempunyai kuasa mengusirnya. Yang bisa mengusirnya adalah Dia yang mempunyai kuasa.
Langkah kelima: rasakan bagaimana Dia membangun tubuh, jiwa dan roh kita secara baru. Dia beri kekuatan, menyentuh jiwa ini, dan memberikan semangat kepada kita. Dia memberikan kebijaksanaan dan cintanya kepada kita secara penuh. Lalu, Dia membuka mulut kita untuk memuji-Nya.
Langkah keenam: akhir dari semuanya, kita diajak untuk berserah diri. Saat kita disembuhkan oleh-Nya, kita kemudian menjadi alat kasih-Nya untuk bersaksi, bahwa kuasa-Nya selalu ada. Kita semakin beriman untuk memimpin yang lain, supaya percaya kepada kuasaNya. Amin.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

