Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Sungguh, kata-kata tak beradab, lebih tajam daripada pedang bermata dua.”
(Kata-kata Mutiara)
…
Kata, atau sebuah kata terbentuk dan terdiri dari:
(1) beberapa buah huruf,
(2) beberapa buah suku kata, dan
(3) sebuah kata bermakna.
Semisal, kata “racun,” terdiri dari lima buah huruf : r, a, c, u, n. Dan dua suka kata : ra, cun.
Selain itu, sebuah kata pun memiliki sebuah makna atau arti khusus (semantik). Jadi, kata racun : bermakna sejenis zat yang menyebabkan orang luka, sakit, dan kematian organisme.
Sesungguhnya, apa itu kata-kata ajaib? Kata-kata yang seolah-olah memiliki kekuatan gaib, karena berdampak sangat positif dan dapat menumbuhkan pengharapan, kelembutan, kasih sayang, ajakan, kepercayaan, serta pengampunan.
Inilah jenis kata-kata spesial atau kata-kata emas yang sangat meneguhkan dan menumbuhkan harapan, harga diri, serta rasa kemanusiaan sejati.
Kata-kata emas itu ialah: (1) tolong, (2) maaf, (3) sayang, (4) bolehkah, dan (5) terima kasih.”
Kata-kata emas ini lahir dari kedalaman jiwa dan sekeping hati tulus seorang anak manusia.
Sungguh betapa besar ekses positif yang dapat ditimbulkan secara mental psikologis dari misteri kata-kata ini bagi seorang anak manusia.
Dari manusia dan kepada manusia.
Betapa dasyatnya ekses positif yang dapat ditimbulkan bagi seorang anak manusia, jika Anda dan saya, sering menggunakan kata-kata ajaib ini.
Orang-orang yang: minder, terluka, bersalah, hilang harga diri, marah, penakut, bodoh, dan tersinggung pun dapat terbangun rasa nyaman, rasa dihargai, diampuni, dihormati, dan dimanusiakan, justru ketika mendengar, bahwa kata itu ditujukan kepada dirinya.
Semoga di dalam hidup ini, kita mampu membudayakan diri untuk menggunakan kata-kata ajaib ini di dalam hidup kita.
Kata-kata ajaib ini
bagai sang mentari yang setia menerangi budi dan hati.
…
Kediri,ย 12ย Januariย 2024

