| Red-Joss.com | Kesediaan dan kesiapan hati untuk melayani sesama itu muncul tidak dengan tiba-tiba. Tapi umumnya selalu diawali dengan pengalaman sebelumnya. Misalnya, pengalaman iman disentuh, disembuhkan, atau mengalami pertobatan, karena jamahan Tuhan.
Kesediaan dan kesiapan melayani itu menjadi tidak berisi dan tidak menjadi berkat, jika hanya mencari keuntungan diri, materi, dan kecenderungan minta dihormati. Kesediaan dan kesiapan hati untuk melayani selalu didorong oleh kerinduan hati untuk benar-benar berbagi.
Semakin banyak berbagi dan ikhlas, kita temukan kebahagiaan sejati. Tanpa menantikan puja-puji, tapi dengan sendiri setiap mata yang melihat pelayanan itu akan dengan bangga memberikan apresiasi. Yang penting, apresiasi itu membuat kita tetap rendah hati dalam melayani. Sehingga oleh mereka makin banyak orang di banyak tempat lain yang terlayani dan mengalami perubahan dalam pembaharuan hati.
Gereja kita harus dipenuhi dengan pribadi-pribadi yang mempunyai kesediaan dan kesiapan hati untuk melayani, karena didasari oleh pengalaman kasih Tuhan dalam dirinya yang terus diperbaharui.
Sebab Tuhan mempunyai banyak cara untuk mengubah setiap hati dan pasti Dia berkati untuk hari-hari selanjutnya, supaya kita saling memberkati dan bahagia.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

