Simply da Flores
…
Menggelegar…
Kilat menyambar petir menyalak
merobek kesibukan aktivitas manusia
padahal hari siang bolong
tanpa kabut dan hujan
“Ada apa gerangan…
Salah apa dan pertanda apa…”
Rintih lirih dalam relung kalbu
sejenak sadari ketakberdayaan insani
Hujan deras disertai angin badai
Pohon besar tumbang menimpa bangunan toko dan warung
yang sedang belanja dan makan tertimpa
Ada yang cedera dan mati
Sedangkan yang lain tertimpa longsor
rumah dan manusia sekejab terkubur
“Hukum alam sering misteri
yang merusak alam berpesta
yang menjadi korban justru yang miskin sederhana dan merawat alam”
Gempa dasyat mengguncang berbagai wilayah
Banjir bandang dan longsor menelan korban harta jiwa
Namun
bumi terus dikuras dan dicaplok isinya
Polisi lingkungan semakin menjadi
dengan balutan kata manis dan bijaksana
“Kemajuan Iptek dan pembangunan
semuanya demi kesejahteraan manusia dan kemajuan bangsa”
Padahal…
Jutaan masyarakat kecil merana
terus diperbudak dan dimiskinkan
menderita ditindas disiksa dibunuh
Kerjasama pejabat kotor dan pemodal rakus
dengan kekuatan uang dan senjata
selalu didoakan para rohaniawan munafik
Dan
hukum aturan adat budaya, agama dan negara pun dibeli putus
Virus ganas dan aneka penyakit menyerang
dunia berduka dan jutaan nyawa melayang
Sedangkan perang terus berkobar
dengan aneka alasan diplomatis
dalam fakta bisnis senjata mafia sindikat obat terlarang
Gencarnya pertambangan dan eksploitasi sumber daya alam
Bahkan perdagangan manusia untuk organ tubuh dan seks
Sambil berteriak Kampanyekan HAM
dan konservasi alam lingkungan
Bajingan…
Ketika hukum alam bicara
saat lingkungan semesta menggugat
dengan hadirnya bencana dan musibah
Maka…
Sang Pencipta digugat dan dicaci maki
fasilitas iman keagamaan dihancurkan
Sesama pemeluk agama berseteru saling menghakimi
Atas nama kekuasaan dan harta kekayaan
“Manusia tanpa alam lingkungan, mati dan punah
Alam lingkungan tanpa manusia, tetap lestari berjalan”
Zaman Iptek digital milenial
proklamasi rasionalitas manusia dimutlakkan
Sesama jadi obyek bisnis
Alam lingkungan terus dikuras dan dihancurkan
Segelintir manusia menjadi adidaya
bahkan menjadikan diri tuhan penguasa
Semua paham dan mengerti
hakikat diri di hadapan semesta
Namun kerakusan menguasai pribadi
maka aneka kejahatan terhadap sesama dan alam
terus berjalan dan semakin menjadi
Faktanya hukum alam maha dasyat
dan manusia tergantung mutlak pada alam semesta
Manusia hanya sebagian kecil dari jagat raya
“Inilah zaman edan
Manusia bergambar pada seleranya
Manusia terasing dari hakikatnya
Manusia berevolusi menjadi data digital”
…

