“The longer you live in the past, the less future you have to enjoy.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Hidup itu ibarat mengendarai mobil atau motor. Apakah kita fokus melihat kaca spion atau ke depan? Jelas melihat ke depan dan sesekali melihat spion. Jika kita fokus terus melihat kaca spion, kecelakaan pasti terjadi. Ketika kecelakaan terjadi tidak hanya melukai diri sendiri, tapi juga orang lain. Ketika kita fokus ke depan dan sesekali melihat kaca spion, maka amanlah perjalanan kita.
Hidup juga seperti itu, kalau kita terus menerus melihat kaca spion, memikirkan yang dulu-dulu, terbuai dengan masa lalu. Sehingga kita lupa dengan yang ada di hadapan dan di depan kita. Berarti kita dalam bahaya, karena kita bisa menabrak, jatuh, terpuruk, bahkan terkulai.
Orang yang tidak bisa ‘move on’ itu selalu merasa dibuai, terlena, dan nyaman dengan masa lalu. Misal tentang kesuksesannya, prestasi, cantik/ganteng, kekayaannya, dan seterusnya. Sehingga tidak berani melihat hari ini, kenyataan yang sebenarnya.
Lebih bijak belajar dari masa lalu, tapi hidup untuk hari ini. Karena inilah yang akan membawa kita kepada hari esok yang lebih baik. Masa lalu itu tidak untuk diratapi atau disesali. Tapi jadikan masa lalu itu sebagai proses pembelajaran untuk menyongsong masa depan yang cerah.
Tuhan selalu memberi kesempatan untuk kita bertumbuh. Ingat, bila beban masa lalu itu terasa berat, yakinlah masih ada orang lain yang mungkin bisa meringankan dan membantu. Jika tidak ada lagi pundak untuk bersandar, ingat masih ada lantai untuk bersujud, berserah pasrah, dan berdoa kepada Tuhan.
Saat ini bangkitlah, berusaha, berjuang pantang menyerah, dan bertekun doa. Jangan pernah berhenti berharap dan percaya kepada-Nya. Selalu ada jalan, dan IA memberi yang terbaik.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

