| Red-Joss.com | Kuberikan yang terbaik, tapi kau membalas tidak baik.
Kukatakan dan kutunjukkan yang terbaik, tapi kau memilih dan meneruskan kata-kata yang tidak baik.
Ketika aku menasihatimu yang baik, kau malah bersikap cuwek, dan tidak mau melakukan hal itu.
Hatiku bergetar. Ternyata semua yang terbaik itu tidak bisa diterima dengan baik pula.
Orang mudah mengatakan kau baik, tapi setelah dikecewakan oleh orang yang memuji itu, kau mengatakan secara tidak langsung ke orangnya, “dia tidak baik.”
Berubah? Iya, karena dikecewakan, dibuat tidak bahagia, dan merasa salah memilih teman. Dulunya memang teman yang dekat, tapi sekarang teman yang jauh. Bahkan tidak jarang berubah jadi bermusuhan.
Tidak berhenti di situ, hatiku pun bergetar, ketika yang terbaik aku berikan itu dilupakan. Mengapa bisa? Jawabnya adalah karena aku tidak menguntungkan, atau menjadi penghalang kebahagiaan.
Jika diteruskan, hati ini akan terus bergetar, karena ada banyak hal yang tidak bisa diterima oleh hatiku.
Meski begitu, aku yakin, bahwa kebaikan itu ada manfaatnya. Oleh adanya kebaikan itu, orang yang tersentuh hatinya akan mengatakan, “kau orang yang baik dan jangan pernah berhenti berbuat baik.”
Sesungguhnya apa motivasinya melakukan kebaikan? Jawabnya adalah, karena Tuhanku sangat baik. Kebaikan Tuhanku itu yang ingin kubagikan kepadamu.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

