| Red-Joss.com | Saat ini siapa pun yang berada di posisi kekuasaan, hendaknya bisa membedakan dengan jelas dalam menyampaikan suatu pendapat atau statemen. Karena di zaman ini, apa saja bisa diviralkan lewat media. Sekali diklik, maka bisa meluas ke mana-mana. Jika seperti itu, tinggal ditunggu reaksi, komentar, dan respon baliknya: bisa positif atau negatif.
Dalam Injil hari ini, Imam Agung Kayafas menyampaikan kata-kata tentang nasib Yesus. “… That it is better for you that one man should die instead of the people, so that the whole nation may not perish” (Yo 11: 50). Karena ini disampaikan oleh seorang pemimpin yang mempunyai kuasa dan pengaruh, sehingga kita mengtahui efeknya itu pada Yesus.
Rencana pembunuhan dirancang oleh mereka. Jika kita berhenti dengan melihat bagian ini, maka reaksi kita tidak fair, mengapa? Karena ada persekongkolan. Fakta itu yang terus terjadi di sekitar kekuasaan.
Oleh karena itu, siapa pun yang sedang dipercaya untuk duduk pada kekuasaan, hendaknya bisa menjaga dengan baik kata-kata dan tindakannya. Juga keputusan-keputusan yang diambilnya. Ingat, dia yang berkuasa mempunyai pengaruh besar dan tidak bisa diremehkan.
Menjadi tidak ada pengaruhnya, ketika kualitas dari yang berkuasa itu sering tidak konsisten alias mencla-mencle. Bicara apa pun tidak didengarkan. Kecuali pemimpin itu hanya diikuti dan didengarkan oleh pendukung-pedukungnya yang loyal, yang mau menyenangkan, dan mereka yang sudah memperoleh jabatan dan bayaran. Pokoknya tahu sama tahu. Tidak sadar, bahwa pemimpinnya yang sedang berkuasa itu sudah tidak dihormati lagi.
Mari kita berdoa untuk siapa pun yang saat ini sedang dipercaya untuk duduk dalam kekuasaan. Semoga mereka selalu dianugerahi dengan kebijaksanaan.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

