| Red-Joss.com | Saat menjalani rutinitas sehari-hari, saya menerima permohonan untuk melayani ibadat pembongkaran makam keluarga, lalu dilanjutkan ibadat pelepasan sebelum ke krematorium.
Kabar ini datang dari seorang umat yang pernah saya jumpai saat pelayanan di rumah tetangganya. Beliau memilih seorang asisten imam atas arahan dari imam paroki yang saat itu sedang berhalangan melayani.
Saya terkejut membaca kabar itu, karena hal itu pengalaman pertama untuk melayani di luar kegiatan ekaristi yang rutin saya jalani. Walaupun demikian, tugas tersebut tetap saya terima dengan menyepakati waktu pelaksanaan semua ibadat tersebut.
Hari itu juga saya berusaha mencari informasi kepada asisten imam yang lebih berpengalaman untuk mempersiapkan diri sebelum pelayanan tersebut. Saat itu pula, saya sempat ragu-ragu untuk menjalankan tugas tersebut. Apa memang betul saya yang harus melayani? Apa betul imam paroki yang menyampaikannya? Namun, rekan asisten imam meyakinkan saya, jika imam paroki telah menentukan tugas itu berarti sudah pasti menjadi kewajiban para asisten imam.
Keesokan harinya, saat mengikuti misa, imam selebran menyampaikan homili berdasarkan bacaan Injil, Lukas 17: 7-10, mengenai perhambaan. Homili ini menyentuh saya karena berkaitan dengan tugas pelayanan yang baru saya terima ini.
“Ada saatnya kita dipilih untuk menjalankan tugas, sehingga kita dipercaya, bukan karena kita yang memilih. Di sinilah kita harus bisa menjalankan tugas hingga tuntas, bukan setengah-setengah.”
Sepulang dari perayaan Ekaristi, saat berdoa Rosario peristiwa terang saya menemukan sabda Tuhan yang semakin meneguhkan. Sabda yang disampaikan Ibu Yesus kepada para pelayan untuk menaati perintah Putranya. “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” (Yohanes 2: 5).
Hingga akhirnya semua tugas terlaksana dengan baik, ada tiga makam yang dibongkar dan semua jasadnya diambil untuk dikremasi. Sungguh suatu pelajaran menarik bagi saya, bahwa di saat sedang bimbang dan ragu-ragu akan tugas, Tuhan selalu meneguhkan
dengan membuka hati kita untuk tetap setia menjalankan tugas.
Jadi, jangan pernah ragu atau bimbang dalam menjalankan tugas yang kita terima, karena Tuhan setia dan menyertai kita.
…
Morinaga Hadi

