| Red-Joss.com | Mengikuti petunjuk Sang Bintang itu rasanya sesuatu banget. Ketika kita mendapatkan yang dirindukan, kita bisa memberikan kepada seseorang hal yang paling bernilai, atau ketika kita bisa berjumpa dengan pribadi yang amat kita kasihi dan hormati.
Sesungguhnya semua hal yang disebut di atas itu ada pada sosok pribadi yang lahir di Betlehem, Sang Immanuel. Yang mengalami semua itu adalah para Majus dari Timur yang dituntun oleh Sang Bintang.
Mereka datang sebagai orang yang bijaksana, untuk berjumpa dengan Sang Maha Bijaksana. Yang mengagumkan lagi adalah kebijaksanaan itu tampil dalam kesederhanaan. Tapi apa yang sederhana itu tidak bisa menutupi kebijaksanaan yang memancar dari Sang Maha Bijaksana.
Kita juga saat ini dituntun oleh Sang Bintang untuk datang kepada Sang Maha Bijaksana itu. Persoalannya, kita datang dengan persiapan hati, kerinduan, formalitas, tangan kosong, atau kita datang dengan persembahan yang hendak kita berikan? Kita datang dengan kasih yang totalitas atau tanpa membawa kasih?
Jika kita sungguh mau dituntun oleh Sang Bintang, maka yang pertama adalah tunjukkan diri kita, bahwa kita telah menyiapkan segalanya seperti yang dilakukan oleh para Majus dari Timur itu.
Saat kita terus berjalan mengikuti Sang Bintang, kita benar-benar sampai di tempat yang dituju. Kita merasakan sesuatu yang banget, karena ada cinta, damai, dan kebahagiaan memenuhi hidup kita.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

