| Red-Joss.com | Kuterima berkat pembaptisanku sebagai murid Tuhan Yesus dan kuhidupi dalam keseharian sebagai kesaksian imanku kepada-Nya.
Sebagaimana sudah kita hayati, bahwa melalui pembaptisan yang telah kita terima, baik bayi atau dewasa, kita mendapatkan rahmat ini:
- Diterima menjadi Anggota Gereja yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik (di mana saja kita mempunya saudara-saudari seiman).
- Kita menjadi manusia baru (ditandai dengan tambahan nama baptis, sehingga nama kita menjadi semakin indah, cantik, dan istimewa).
- Kita diangkat menjadi anak-anak Allah (bahagia sekali). Pembaptisan yang kita terima itu sebagai tanda meterai kekal sifatnya, permanen, dan tidak akan pernah hilang. Sungguh-sungguh kita telah menjadi milik Tuhan secara spiritual-rohani, dibalut dalam kekudusan Ilahi, dirahmati dengan buah-buah Roh Kudus, dan dibekali dengan karunia-karunia kebijaksanaan yang menuntun hidup kita pada pertumbuhan rohani yang semakin matang, dewasa, dan kuat.
Seiring dengan berjalannya waktu, sebagai murid-murid Tuhan Yesus, kita terus memuji (Liturgia), mewartakan (Kyrigma), bersekutu (Koinonia), melayani (Diakonia) , dan bersaksi (Martyria). Semuanya itu, karena berguru kepada Tuhan Yesus sendiri.
Dalam Bacaan Injil hari ini, pada saat Dia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan, langit terbuka dan suara dari Surga diperdengarkan. Ini menjadi pertanda, bahwa pembaptisan yang telah kita terima ini, sekali lagi tanda dari Surga yang diberikan melalui GerejaNya untuk kita masing-masing.
Semua ini kita terima dengan bangga, syukuri dengan damai, dan kita hidupi dengan kesungguhan hati. “Aku Katolik 100%”. Catatan: kita menjadi murid Tuhan Yesus itu jangan setengah-setengah dan sekadar untuk melengkapi administrasi. Kita harus komitmen, konsekuen, dan setia untuk selama-lamanya.
Tuhan memberkati.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

