“Di situasi yang tidak baik, tetaplah jadi orang baik.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Jika ingin bahagia, hendaknya berbuat baik. Banyak penelitian membuktikan, bahwa berbuat baik meningkatkan hormon serotonin. Hormon dalam tubuh yang berfungsi membuat diri ini senang, puas, bahagia, dan sukacita.
Perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan. Sebuah nasihat klise, tapi selalu aktual. Siapa pun tentu ingin diperlakukan dengan baik. Kemampuan untuk berbuat baik, bertutur kata baik, berpikir positif itu sudah ada dalam diri kita. Gen kebaikan dan kesucian itu sudah dianugerahi Tuhan agar kita kembangkan. Seburuk dan sejahat apa pun kita, tetap ada hal baiknya.
Seringkali pengaruh eksternal, tekanan hidup, situasi hidup, atau di tempat kerja membuat gen baik dan suci itu tumpul. Tapi ingat, bahwa sesulit apa pun keadaanya dan di situasi yang tidak baik, tetaplah menjadi orang baik.
Berbuat baik itu bukan soal materi, tapi soal ketulusan hati. Dimulai dari hal yang sederhana dan sepele. Misal memuji rekan kerja, memberi semangat kepada teman, atau menuliskan komentar positif saat kita berselancar di sosmed.
Bisa juga kita berbagi kebahagiaan, makanan, perhatian, bahkan mendoakan itu juga perbuatan baik. Kuncinya adalah ketulusan hati, bukan banyaknya jumlah materi. Jangan pernah lelah atau pun capai menjadi orang baik, tapi didiklah diri ini untuk selalu berbuat baik, dan bahagia.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

